BUMI Ungkap Kabar Baru Tambang Emas Wolfram, Investor Cina Kurangi Porsi Saham
Emiten terafiliasi Grup Salim dan Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyebut tambang emas raksasa yang berbasis di Australia, Wolfram Limited akan memulai produksi pada 2026. Sebelumnya, BUMI mengumumkan telah rampung mengakuisisi 100% saham Wolfram Limited.
Merujuk earnings call BUMI bersama Stockbit, manajemen perseroan menyebut tambang emas raksasa Wolfram diperkirakan akan memulai produksi lebih cepat dibandingkan perkiraan awal di Juni 2026.
“Tambang Wolfram Limited berpotensi memulai produksi lebih cepat dari rencana awal Juni 2026, dengan proyeksi output sekitar 50.000 troy ounce emas pada tahun tersebut,” seperti yang ditulis Stockbit dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (25/11).
Selain itu, manajemen BUMI juga menyampaikan kabar terbaru mengenai tambang emas lainnya di Australia yang perseroan akuisisi, yaitu tambang emas Jubilee Metals Limited. BUMI menyatakan kapasitas produksi dari tambang emas Jubilee Metals Limited dapat mencapai 25.000 troy ounce emas per tahun pada tahap produksi penuh. Meski begitu, manajemen tidak merinci lini waktu-nya lebih lanjut.
Dari segmen mineral bauksit, manajemen BUMI mengatakan bahwa total cadangan bauksit PT Laman Mining mencapai 30 juta ton dan dapat meningkat hingga 50 juta ton, jika perseroan memperoleh persetujuan untuk area tambang tambahan.
Investor Cina CIC di BUMI Kurangi Porsi Saham
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali ditinggalkan oleh salah satu investor asal Cina, Chengdong Investment Corporation (CIC). Dalam pengumuman terbaru, manajemen BUMI melaporkan bahwa CIC telah melepas 3,71 miliar saham BUMI melalui dua transaksi pada 18 November 2025.
Penjualan dilakukan pada harga Rp 213,72 dan Rp 173,45 per saham. Dari aksi divestasi tersebut, CIC mengantongi dana sekitar Rp 646,12 miliar.
Setelah transaksi, kepemilikan CIC di BUMI menyusut menjadi 29,7 miliar saham atau setara 7,99%. Sebelumnya, CIC memegang 33,4 miliar saham atau 8,99%.
“Persentase hak suara dari kepemilikan Chengdong atas saham BUMI pertama kali mencapai angka 7,99% pada tanggal 18 November 2025 setelah penjualan 50.846.900 saham dengan harga rata-rata 213,72 pada tanggal tersebut,” seperti yang ditulis manajemen BUMI dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (25/11).
Perubahan Direksi BUMI
Pada pengumuman terbaru, manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar beberapa hari lalu.
Dalam jajaran direksi, perseroan mengangkat Christopher Fong sebagai direktur menggantikan Ashok Mitra yang telah purnatugas. Pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Yingbin Ian He dari posisi direktur, dan memutuskan untuk tidak menunjuk pengganti atas kekosongan jabatan tersebut.
Dengan perubahan ini, jumlah anggota direksi BUMI berkurang dari sebelumnya sebelas orang menjadi sepuluh orang. Sementara itu, pada jajaran komisaris, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Komisaris Jinping Ma tanpa menetapkan pengganti.
Berikut daftar lengkap susunan Dewan Direksi dan Komisaris BUMI terbaru:
Jajaran Dewan Direksi BUMI
Presiden Direktur: Adika Nuraga Bakrie
Wakil Presiden Direktur: Agoes Projosasmito
Direktur: Nalinkant Amratlal Rathod
Direktur: Adrian Wicaksono
Direktur: Phiong Phillipus Darma
Direktur: Eddy Sanusi
Direktur: Andrew Christopher Beckham
Direktur: R.A. Sri Dharmayanti
Direktur: Maringan M. Ido Hotna Hutabarat
Direktur: Rio Supin
Direktur: Himawan Setiadi
Direktur: Christopher Fong
Jajaran Dewan Komisaris BUMI
Presiden Komisaris: Sharif Cicip Sutardjo
Komisaris: Anton Setianto Soedarsono
Komisaris: Kanaka Puradiredja
Komisaris: Y.A. Didik Cahyanto
Komisaris: Anggawira
Komisaris: Adhika Andrayudha Bakrie
Komisaris: Thomas Myer Kearney
