RATU akan Umumkan Aksi Korporasi Besar Dua Pekan Lagi, Harga Sahamnya Melesat 8%
Emiten energi terafiliasi Happy Hapsoro PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) tengah menyiapkan aksi korporasi besar yang rencananya diumumkan dalam dua pekan mendatang. Direktur Utama RATU Sumantri menyampaikan bahwa perseroan kini berada pada tahap akhir proses akuisisi hak partisipasi minyak dan gas (migas) terbaru.
Namun, Sumantri masih enggan memberikan detail lebih jauh terkait proses tersebut lantaran terikat perjanjian kerahasiaan dengan pihak terkait serta menunggu persetujuan pemerintah.
“Kami terus aktif mencari potensi aset yang bisa diakuisisi. Mengenai blok Kasuri atau blok lain, saya tidak bisa menyebut spesifik karena aturan kerahasiaan. Tetapi dapat saya pastikan bahwa kami sedang melihat beberapa aset potensial, baik melalui negosiasi langsung maupun skema tender,” kata Sumantri dalam paparan publik secara virtual, Rabu (26/11).
Menurutnya, sejumlah pemilik hak partisipasi sudah menggelar tender terbuka. RATU sebagai perusahaan sektor migas menyebut ikut dalam tender tersebut hingga tahap akhir. Bila perseroan pulang menjadi pemenang tender, dia menyebut akan memberi informasi tersebut kepada publik.
“Dalam 1–2 minggu ke depan tender ini akan diumumkan. Jika RATU terpilih sebagai pemenang, kami akan menyampaikan informasinya kepada publik,” ujarnya.
Sumantri mengakui bahwa proses akuisisi di industri migas sangat kompleks sehingga jadwal kerap mundur dari target awal. Dia mengatakan jadwal proyek-proyek yang telah diumumkan ke publik kerap kendor.
“Target kami, akhir tahun atau kuartal pertama tahun depan sudah ada aset yang bisa diakuisisi. Namun kenyataannya, prosesnya sangat dinamis. Yang bisa kami pastikan adalah tender yang sedang berjalan dan akan diumumkan dalam dua minggu ke depan,” ujarnya.
Direktur RATU Adrian Hartadi menjelaskan, pengembangan bisnis melalui akuisisi blok migas merupakan komitmen perseroan. Namun, sebagian besar pipeline akuisisi belum dapat dipublikasikan karena menyangkut data rahasia milik pemerintah.
“Jika proses sudah selesai dan bisa diumumkan, kami akan mengumumkannya secepatnya. Harapan kami, tahun ini ada aksi yang bisa kami sampaikan, meski belum bisa menjanjikan apa pun saat ini,” kata Adrian.
Ia memastikan RATU memiliki fleksibilitas yang cukup besar terkait strategi pendanaan untuk ekspansi. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) saat ini berada di level 39%, sehingga perusahaan masih memiliki ruang pembiayaan tambahan hingga sekitar US$ 194 juta.
“Pendanaan bisa melalui bank loan, dan kami juga membuka kemungkinan penerbitan obligasi untuk ekspansi di tahun berikutnya,” ujar Adrian.
Harga saham RATU pada perdagangan sesi I hari ini meloncat 8,82% atau 900 poin ke level 11.100. Harga sahamnya telah melesat 865,22% sejak melaksanakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 8 Januari 2025.
