BEI Gandeng Danantara Agar ETF Berbasis Saham RI Masuk Bursa Asia
Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias Danantara Indonesia agar Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis saham di Indonesia berpeluang masuk bursa ASEAN, bahkan Asia.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, otoritas BEI telah menawarkan sejumlah produk kepada Danantara, termasuk salah satunya produk indeks. Namun, ia menyebut produk-produk itu masih dalam tahap pembahasan oleh Danantara.
BEI juga tengah mengusulkan produk ETF dengan underlying saham-saham Indonesia yang nantinya direncanakan untuk dicatatkan di bursa luar negeri. Produk ETF itu juga berpotensi listing di bursa regional, baik di kawasan ASEAN maupun Asia.
“Kami lagi coba tawarkan ETF underlying-nya saham-saham kita itu listing di bursa lain, tapi underlying-nya saham-saham kita, bisa di ASEAN maupun di Asia,” kata Iman di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/12).
Managing Director Treasury Danantara Ali Setiawan sebelumnya pernah menyatakan, Danantara mempertimbangkan peluang kerja sama dengan bursa luar negeri. Ia menilai pasar saham global, terutama Hong Kong memiliki aktivitas perdagangan yang tinggi dan ramai.
Menurut dia, Danantara melihat peluang untuk menjembatani akses modal baru dari pasar global yang lebih likuid bagi instrumen dan emiten Indonesia. Hal ini, bakal menjadi peluang menarik apabila aliran modal dari bursa luar negeri dapat masuk ke indeks Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa saat ini belum ada kerja sama maupun kesepakatan apa pun yang dibahas.
“ETF global itu bahwa nama Indonesia dibungkus di luar uangnya uang-uang asing karena uang asingnya gak mau masuk nih misalnya ke Indonesia, bisa lewat pasar yang di luar,” kata Ali di Kantor Danantara pada Jumat (2/28).
Kemudian Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik juga mengatakan perluasan jangkauan ETF Indonesia di pasar global dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan entitas Danantara yang beroperasi sebagai manajer investasi di luar negeri.
“Tujuannya yaitu meningkatkan pendalaman pasar,” kata Jeffrey kepada Katadata.co.id, ketika dihubungi beberapa waktu lalu.
