Manuver Ganda MEDC Genjot Migas dan Energi Hijau, Sahamnya Tercatat di Pasar AS
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) semakin agresif memperkuat portofolio bisnis minyak dan gas bumi (migas) sambil memperluas eksposur pada energi rendah karbon. MEDC menggarap bisnis di sektor migas, ketenagalistrikan berbasis energi terbarukan, serta pertambangan tembaga dan emas melalui kepemilikan nonkonsolidasi di PT Amman Mineral Nusa Tenggara, anak usahanya dengan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Di bidang energi rendah karbon, MEDC melalui anak usahanya PT Medco Power Indonesia (Medco Power) telah memulai operasi komersial commercial operation date atau (COD) Pembangkit Listrik Add-On Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 39 megawatt (MW) di Tanjung Uncang, Batam.
Proyek ini dikembangkan melalui PT Energi Listrik Batam (ELB), yang dijalankan berdasarkan perjanjian jual beli listrik jangka panjang dengan PT PLN Batam. Melalui proyek ini, pembangkit open cycle berkapasitas 70 MW yang telah beroperasi sebelumnya dikonversi menjadi pembangkit combined cycle berkapasitas total 109 MW.
Pemanfaatan panas buang turbin gas untuk menghasilkan listrik tambahan melalui turbin uap akan meningkatkan efisiensi pembangkit sekaligus menurunkan intensitas karbon dari 0,8 ton menjadi 0,4 ton CO2 per megawatt hour (MWh). Proyek ini disebut akan memperkuat pasokan listrik bagi pertumbuhan industri di Batam dan Bintan.
Presiden Direktur sekaligus CEO Medco Power Indonesia Eka Satria mengatakan, proyek tersebut menjadi langkah konkret perseroan dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem kelistrikan.
“Proyek Add-On ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem. Dengan menghasilkan lebih banyak listrik dari sumber energi yang sama, proyek ini meningkatkan kinerja keseluruhan dan menurunkan intensitas karbon, sejalan dengan fokus kami untuk mengoptimalkan aset yang ada untuk memenuhi kebutuhan listrik,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (6/1).
Di sektor hulu migas, anak usaha MEDC lainnya yaitu Medco E&P Indonesia telah menambah pasokan gas dari Blok Corridor, Sumatra Selatan melalui keberhasilan kerja ulang (workover) Sumur Suban-22ST2. Tambahan pasokan gas ini berpotensi meningkatkan produksi, memperbaiki kinerja EBITDA, serta memperkuat pasokan gas nasional untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.
Tak hanya itu, MEDC akan menjajaki bisnis penjualan listrik ramah lingkungan ke negara tetangga Singapura. Lewat anak usahanya Medco Power Indonesia, perseroan siap menjual listrik dari pembangkit ramah lingkungan ke Singapura. Mereka telah berbicara calon pembeli di tetangga Indonesia itu.
Direktur Utama Medco Power Indonesia Eka Satria mengatakan perusahaannya dengan calon mitra di Singapura telah membicarakan hal yang termasuk utilitas. Mereka juga mencari perusahaan yang membutuhkan pasokan energi rendah karbon.
"Kami sudah bicara dan juga dengan beberapa potential buyer. Mudah-mudahan, doakan saja urusan dengan izin ekspor dari Indonesia (bisa) secepatnya," ujar Eka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/11) dikutip dari Antara.
Saham MEDC Tercatat di OTCQX Best Market AS
MEDC juga mencatatkan langkah strategis dengan mencatatkan sahamnya di pasar Amerika Serikat melalui OTCQX Best Market dengan kode saham MDCOY. Hal ini memungkinkan investor AS untuk memperdagangkan sahamnya melalui Sponsored American Depositary Receipts (ADR) sejak November 2025,
MEDC menjadi emiten Indonesia pertama yang masuk papan perdagangan tersebut. Perdagangan ADR disebut dapat meningkatkan keterhubungan dengan investor internasional dan berpotensi memperluas aktivitas transaksi saham.
OTCQX Best Market memungkinkan perusahaan yang tercatat di bursa internasional yang memenuhi syarat, untuk memanfaatkan pelaporan pasar asal dalam menyediakan informasi keuangan yang mudah diakses oleh investor di Amerika Serikat.
Langkah ini membuka akses yang lebih luas bagi investor Amerika Serikat untuk memperdagangkan saham MEDC melalui platform yang teregulasi dan transparan.
Komitmen MEDC Melakukan Transisi Energi Rendah Karbon
MEDC juga mengumumkan komitmen transisi energi dengan bergabungnya PT Medco E&P Indonesia ke dalam Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0, sebuah inisiatif United Nations Environment Programme (UNEP) untuk meningkatkan pengukuran dan pelaporan emisi metana di industri migas.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan MEDC untuk mencapai target net-zero emisi gas rumah kaca Cakupan 1 dan 2 pada 2050 serta Cakupan 3 pada 2060. Saat ini, Medco E&P Indonesia bergabung dengan lebih dari 150 perusahaan migas di 90 negara yang menerapkan standar tinggi transparansi dan akuntabilitas pelaporan emisi metana.
MedcoEnergi mencatat telah melampaui target sementara 2025 dengan menurunkan emisi lebih dari 1,5 juta ton CO2e dibandingkan tahun dasar 2019.
