IHSG Berpotensi Tembus 9.200, Ini Deretan Saham Pilihan Analis
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpotensi naik dan kembali mencetak rekor baru pada perdagangan hari ini, Selasa (20/1). Analis merekomendasikan saham PT Indointernet Tbk (INET), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) untuk dikoleksi investor di tengah tren kenaikan indeks.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, pergerakan IHSG masih didominasi volume beli saat IHSG ditutup all time high (ATH) dengan melesat 0,64% ke 9.133 pada perdagangan Senin (19/1). Secara teknikal, IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii].
“Area penguatan berada di 9.123–9.151” demikian penjelasan Herditya dalam risetnya, Selasa (20/1).
MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG berada di 9.008 dan 8.956, sedangkan level resistance terdekat berada di 9.192 dan 9.152.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness pada saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di rentang Rp 2.670–Rp 2.720, dengan target harga di Rp 2.840–Rp 3.030 dan level stoploss di bawah Rp 2.570. Buy on weekness juga direkomendasikan pada saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) di rentang harga Rp 264–268, dengan target ke Rp 280–296 dan stoploss jika ke Rp 262.
Saham lain yang direkomendasikan adalah PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), tetapi untuk speculative buy di area Rp 545–Rp 565 dengan target harga di Rp 620–Rp 660, serta stoploss di bawah Rp 540.
Phintraco Sekuritas juga melihat IHSG masih berpeluang naik.Dari sisi teknikal, histogram MACD positif tercatat semakin melebar, sejalan dengan peningkatan volume beli.
“Stochastic RSI masih bergerak menguat di area overbought. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 9.150-9.200,” demikian tertulis Phintraco dalam analisisnya, Selasa (20/1).
Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG masih berpotensi ditopang oleh kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjelang musim rilis kinerja serta ekspektasi pembagian dividen. Di sisi lain, terdapat risiko dari sisi global, yakni meningkatnya ketegangan antara Eropa dan Amerika Serikat yang menjadi sentimen negatif terhadap rupiah. Kurs rupiah melemah ke level Rp 16.955 per dolar AS pada perdagangan kemarin.
Phintraco Sekuritas pun merekomendasikan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indointernet Tbk (INET), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
IHSG berhasil menembus rekor baru di level 9.133 pada perdagangan kemarin, Senin (19/1).
