Astra International (ASII) Kembali Gelar Buyback Senilai Maksimal Rp 2 triliun
Emiten raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) berencana kembali melaksanakan aksi korporasi berupa pembelian saham kembali atau buyback di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. ASII akan mengeluarkan dana dengan nilai maksimal Rp 2 triliun untuk mengeksekusi aksi tersebut.
Corporate Secretary ASII, Gita Tiffany Boer mengatakan, jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh perusahaan tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, jumlah porsi saham publik atau free float ASII setelah buyback tersebut tidak akan kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
“Pelaksanaan pembelian kembali saham tidak memiliki dampak negatif yang material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan,” ungkap Gita seperti tertulis dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip Selasa (20/1).
Aksi buyback ini akan dilaksanakan ASII pada 19 Januari 2026 sampai 25 Februari 2026. Adapun dana yang akan digunakan perusahaan induk Grup Astra tersebut berasal dari kas internal perseroan. Gita menyebut perseroan tidak akan mengambil pinjaman atau dana hasil penawaran umum demi menjalankan aksi tersebut.
Menurut Gita, buyback ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental ASII.
Selain menjaga stabilitas harga, perseroan menilai buyback memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal jangka panjang. Saham treasuri yang diperoleh dapat dijual kembali di masa mendatang pada harga yang optimal apabila perseroan memerlukan tambahan modal.
Pada November tahun lalu, ASII juga melaksanakan aksi buyback. ASII kemudian menghentikan lebih awal aksi tersebut yang sudah dimulai sejak 3 November 2025. Sedianya, aksi korporasi itu direncanakan berakhir pada 31 Januari 2026.
Namun, emiten otomotif itu memutuskan untuk mempercepat penghentiannya pada sesi kedua perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/1) kemarin. Penghentian dilakukan karena telah terpenuhinya maksimum dana yang dialokasikan ASII untuk buyback saham tersebut.
"Di mana sisa dana yang tersedia sudah tidak mencukupi untuk membeli satu lot saham," kata Gita dalam laporan keterbukaan informasi di BEI, Rabu (14/1).
Dijelaskan bahwa selama periode buyback saham yang berlangsung lebih dari dua bulan itu, perseroan telah membeli kembali saham ASII sebanyak 305.213.900 lembar dengan nilai keseluruhan Rp 1,99 triliun.
Pada perdagangan hari ini secara intraday pukul 10.04 WIB, harga saham ASII terpantau terkoreksi 1,01% atau 75 poin ke level 7.325. Secara tahunan, harga saham ASII bergerak menanjak dengan kenaikan 48,28%.
