Pemenang Tender Waste to Energy Danantara Diumumkan Februari, Intip Skemanya

Nur Hana Putri Nabila
27 Januari 2026, 12:46
Ilustrasi waste to energy
Vecteezy.com/Oleh Bilovus
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara bakal segera mengumumkan lelang Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) pada semester pertama 2026.  Tender tersebut untuk empat wilayah yaitu Bogor, Denpasar, Yogyakarta, dan Bekasi.

“Pertengahan Februari (diumumkan),” kata Lead of Waste to Energy Danantara Fadli Rahman, saat ditemui di Jakarta pada Rabu (21/1). Sebetulnya proyek WtE tahap I mencakup tujuh wilayah, namun yang lokasinya sudah siap baru empat, maka itu yang ditenderkan baru empat.  

Setelah pengumuman pemenang, prosesnya selanjutnya adalah konstruksi. Sedangkan perkiraan proses konstruksi akan memakan waktu 1,5-2 tahun. 

WtE merupakan program nasional yang dirancang untuk mengolah sampah kota menjadi energi listrik. Proyek ini nantinya sebagai solusi kedaruratan sampah sekaligus upaya mendukung ketahanan energi nasional.

Danantara menilai pengelolaan sampah konvensional saat ini dinilai belum mampu mengimbangi laju produksi sampah kota yang terus meningkat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru yang tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber daya bernilai tambah melalui teknologi dan skema pembiayaan jangka panjang.

Butuh Kolaborasi

Program Waste-to-Energy ini bukan kerja satu pihak saja. Danantara bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, sektor swasta, hingga investor global. Hal ini untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang nyata. Teknologi yang dominan digunakan dalam PSEL ini adalah insinerasi.

Adapun proyek ini diatur melalui Perpres No. 109 Tahun 2025 dan merupakan proyek jangka panjang dengan durasi sekitar 30 tahun. Tak hanya itu, proyek ini juga melibatkan investasi besar dan bersifat lintas daerah dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan seperti PLN, investor, dan mitra swasta lokal.

Danantara juga menyeleksi Badan Usaha Pelaksana PSEL (BUPP PSEL) yaitu badan usaha atau konsorsium yang nantinya bakal membangun, mengoperasikan, dan memelihara fasilitas WtE. BUPP PSEL bertanggung jawab penuh atas kinerja teknologi serta dampak lingkungan. 

“Tidak semua perusahaan bisa menjadi BUPP PSEL, hanya yang lolos seleksi ketat,” tulis Danantara.

Berikut 24 daftar perusahaan yang lolos: 

  1. Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering 
  2. ITOCHU Corporation 
  3. China Everbright Environment Group Limited 
  4. Kanadevia Corporation 
  5. PT MCC Technology Indonesia (MCC) 
  6. China National Environmental Protection Group Co., Ltd (CECEP) 
  7. GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. 
  8. Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd 
  9. Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd  
  10. SUS Indonesia Holding Limited 
  11. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd 
  12. Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd 
  13. CEVIA Enviro Inc. 
  14. China Conch Venture Holding Limited 
  15. China TianYing Inc 
  16. PT Jinjiang Environment Indonesia 
  17. Wangneng Environment Co., Ltd 
  18. Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd 
  19. Beijing China Sciences Runyu Environmental Technology Co.,Ltd. (CSET) 
  20. Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd 
  21. Grandblue Environment Co., Ltd 
  22. Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Inc 
  23. Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd 
  24. QiaoYin City Management Co., Ltd  

Tahapan Lelang Proyek WtE Danantara

Pada tahap awal mitra bisnis akan diminta menyiapkan proposal atau request for proposal (RFP). Proses RFP dilakukan berdasarkan kesiapan daerah, bukan secara serentak.

Saat ini, fokus utama adalah pada 4 wilayah: Bekasi, Bogor Raya, Yogyakarta, dan Bali. Syarat peluncuran RFP meliputi kesiapan lahan, jaminan pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari, komitmen jelas dari pemerintah daerah.

Saat fase proyek WTE adalah penilaian proposal yang sudah dilayangkan. Penentuan pemenang BUPP PSEL menggunakan sistem penilaian berbasis formula yakni komponen teknis (50%) dan komponen finansial (50%). 

Selanjutnya penentuan pemenang BUPP PSEL menggunakan sistem penilaian berbasis formula yakni komponen teknis (50%) dan komponen finansial (50%).  Aspek Teknis mencakup desain, keandalan teknologi ramah lingkungan, kepatuhan lingkungan, jadwal konstruksi, dan keterlibatan mitra lokal. Sementara aspek finansial mencakup IRR proyek, struktur pembiayaan, dan kekuatan sponsor.

“Harga terendah tidak otomatis menjadi pemenang dan pemenang adalah yang memiliki skor total tertinggi,” tulis Danantara dalam laporannya. 

Setelah evaluasi, Danantara bakal melakukan sejumlah tahapan sebelum konstruksi dimulai. Di antaranya klarifikasi dan negosiasi terbatas, penerbitan letter of award, dan penandatanganan joint venture agreement.

Lalu pembentukan ProjectCo untuk perjanjian kerjasama dengan Pemda, kontrak EPC, dan O&M hingga penandatanganan PPA dengan PLN.

Berikut rencana eksekusi bertahap proyek WteE untuk tahun 2025-2026:

  • Oktober–Desember 2025: Seleksi DPT & RFP
  • Januari 2026: Penyampaian Proposal
  • Januari–Februari 2026: Evaluasi Proposal
  • Februari 2026: Negosiasi & Penetapan Mitra
  • Maret–Mei 2026: Penutupan Hukum & Persiapan EPC
  • Maret–Juni 2026: Groundbreaking proyek secara bertahap.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...