Laba BCA (BBCA) Naik 4,9%, Tembus Rp 57,5 Triliun untuk Tahun Buku 2025

Nur Hana Putri Nabila
27 Januari 2026, 16:41
Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Hendra Lembong BCA
Istimewa
Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Hendra Lembong
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih Rp 57,5 triliun tahun buku 2025 atau naik 4,9% year on year (yoy).  Sepanjang Januari–Desember 2025, BCA dan entitas anak membukukan total kredit 7,7% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang 2025. 

Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga. Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1% YoY hingga Rp 1.045 triliun.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong mengatakan torehan ini berkat dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu perusahaan melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif. Sepanjang tahun lalu, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA. 

“Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA, dan menjadi wujud komitmen kami untuk terus hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia,” ucap Hendra dalam keterangannya, Selasa (27/1). 

Selain itu kredit usaha BCA naik 9,9% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 756,5 triliun per Desember 2025. Dari sisi konsumer, BCA menjaga pembiayaan di level Rp 224,1 triliun, didukung oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 142,3 triliun serta kredit kendaraan bermotor (KKB) senilai Rp 56,6 triliun. 

Sejak Oktober 2025, BCA juga mulai menyalurkan KPR subsidi atau FLPP untuk segmen swasta. Sementara itu, outstanding pinjaman konsumer lainnya, yang mayoritas berasal dari kartu kredit, tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun.

Adapun rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,8% dari 5,3% pada tahun sebelumnya, serta rasio kredit bermasalah (NPL) yang terkendali di level 1,7%. Perseroan juga menyiapkan pencadangan yang memadai, dengan coverage ratio NPL mencapai 183,8% dan LAR sebesar 71,6%.

Di sisi pembiayaan berkelanjutan, BCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,7% YoY menjadi Rp 255 triliun per Desember 2025, setara 25,8% dari total portofolio pembiayaan. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan pembiayaan sektor Energi Baru Terbarukan yang meningkat dua kali lipat YoY menjadi R p6,2 triliun, serta kredit kendaraan bermotor listrik yang tumbuh 53% YoY menjadi Rp3,6 triliun. 

Dari sisi pendanaan, BCA mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,2% YoY menjadi Rp1.249 triliun per Desember 2025. Sepanjang 2025, total frekuensi transaksi BCA meningkat 17% YoY menjadi 42 miliar transaksi, dengan puncak pemrosesan harian hampir mencapai 300 juta transaksi. Frekuensi transaksi melalui mobile banking dan internet banking tumbuh 19% YoY.

Kinerja intermediasi dan transaksi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income) tumbuh 4,1% YoY, sementara pendapatan non-bunga meningkat 16% YoY. Secara keseluruhan, pendapatan operasional BCA naik 5,4% YoY. Perbaikan rasio cost to income (CIR) turut menopang pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 4,9% YoY menjadi Rp 57,5 triliun.

“Kami juga mengimplementasikan penggunaan Artificial Intelligence untuk meningkatkan pelayanan nasabah, mengidentifikasi kebutuhan nasabah secara lebih efektif, memperkuat keamanan dan fraud detection, serta mendorong efisiensi operasional,” kata Hendra Lembong.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...