Harga Saham BCA (BBCA) Turun 7,33% ke Rp 6.950, BMRI, BBNI, BBRI Ikut Longsor

Nur Hana Putri Nabila
28 Januari 2026, 16:03
Cara Transfer BCA ke DANA
Linkaja.id
Cara Transfer BCA ke DANA
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Saham perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantai longsor hingga 7,33% ke harga Rp 6.950 pada perdagagan saham intradayˆhari ini, Rabu (28/1) pukul 14:27 WIB. Selain BBCA saham perbankan jumbo lain juga turun. 

Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga anjlok 7,28% ke Rp 4.470, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 6,02% ke Rp 3.590. Sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) merosot 4,22% ke Rp 4.310.

Turunnya harga saham perbankan raksasa itu usai Bursa Efek Indonesia senpat memberlakukan penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt usai Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok 8% ke level 8.261.

Pukul 13.43 WIB, volume yang diperdagangkan tercatat 45,39 miliar dengan nilai transaksi Rp 31,92 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp 14.985 triliun. Hanya 28 perusahaan yang naik, 768 anjlok, dan 8 perusahaan tak bergerak.

Trading halt adalah pembekuan sementara perdagangan bursa dengan kondisi seluruh pesanan yang belum teralokasi (open order) akan tetap berada dalam sistem perdagangan efek otomatis JATS dan dapat ditarik oleh Anggota Bursa.

Tak hanya itu, turunnya saham BBCA juga di tengah pengumuman terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyebutkan akan membekukan saham Indonesia, baik dalam rebalancing maupun penambahan bobot dalam indeksnya langsung. 

Sebelumnya Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa manajemen BCA kini fokus memastikan kinerja perusahaan tetap terjaga secara optimal. Adapun sekitar 70–80% kepemilikan saham BBCA saat ini berada di tangan investor asing.   

Hendra menjelaskan, pergerakan harga saham adalah hal yang wajar karena dipengaruhi oleh dinamika pasar. Dengan porsi kepemilikan asing yang dominan pada saham berstatus free float, fluktuasi harga saham BBCA bergantung pada kondisi global hingga sentimen investor. 

“Jadi memang pertanyaannya ini agak sulit untuk dijawab apakah ini saatnya beli atau tidak. Karena ini tergantung bagaimana para investor asing melihat prospek ekonomi Indonesia ke depannya,” ucap Hendra kepada wartawan dalam paparan publik tahun buku 2025 secara virtual, Selasa (27/1). 

Di sisi lain, Sucor Sekuritas merekomendasikan beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 11.500. Analis Sucor Sekuritas, Edward Lowis mengatakan, target saham itu mengimplikasikan rasio price to book value (PBV) 2026F sebesar 4,6x dan biaya ekuitas sebesar 11,5%.

“Seiring sektor perbankan memasuki fase pemulihan pada 2026F, kami memandang BBCA sebagai salah satu yang pertama untuk mengalami re-rating.” ucap Edward dalam rilisnya, Senin (26/1). 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...