IHSG Sesi I Ambruk 5,31%, Kursi Bos BEI Masih Kosong
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ambruk 5,31% atau 442,44 poin ke level 7.887 pada perdagangan sesi pertama, Senin (2/2). Hingga penutupan perdagangan siang ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum mengumumkan pejabat sementara (pjs) direktur utama BEI menggantikan Iman Rachman yang mundur pada Jumat (30/1).
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Kautsar menyampaikan, hingga saat ini pihak bursa masih belum bisa mengeluarkan pernyataan resmi karena ada proses yang perlu dijalankan.
“Kami memastikan proses pengambilan keputusan dan operasional masih berjalan dengan normal dan tidak terganggu terkait hal ini,” kata Kautsar dalam keterangannya dikutip Senin (2/2).
Padahal, jika merujuk pernyataan Direktur Pengembangan Bursa, Jeffrey Hendrik sebelumnya, pjs dirut BEI semestinya sudah diumumkan sebelum pembukaan perdagangan saham hari ini. “Ya (sudah ada),” kata Jeffrey di Wisma Danantara, Sabtu (31/1).
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 35,35 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,08 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 14.205 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 18,94 triliun. Sebanyak 715 saham ditutup anjlok, 65 naik dan 33 saham lainnya tidak bergerak.
Beberapa saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru terpantau menghijau pada penutupan sesi pertama hari ini. Misalnya harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 5,66% atau 120 poin ke level Rp 2.240, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tumbuh 2,02% atau 50 poin ke level Rp 2.530, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melonjak 6,12% atau 150 poin ke level Rp 2.600, dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) naik 1,12% atau 40 poin ke level Rp 3.600.
Sementara itu, anjloknya IHSG hingga siang ini salah satunya karena anjloknya saham emiten industri emas. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) anjlok 12,83% ke level Rp 3.670. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merosot 14,81% ke level Rp 920. Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) turun 14,95% ke level Rp 2.730; PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melemah 14,93% atau 265 poin ke level Rp 1.510, dan; PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) terjun 14,18% ke level Rp 472.
Harga saham di sektor bukan siklikal yang naik paling tinggi antara lain PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang melonjak 19,87% atau 2.275 poin ke level Rp 13.725. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melesat 9,93% atau 150 poin ke level Rp 1.660 dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 3,09% atau 250 poin ke level Rp 8.350.
Sementara itu, beberapa saham di sektor energi terpantau ambruk, antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 8,08% atau 1.000 poin ke level Rp 11.375; PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 4,66% atau 18 poin ke level Rp 368, dan; PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 3,40% atau 25 poin ke level Rp 710.
Dari sisi banyaknya nilai perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) paling banyak ditransaksikan hingga siang ini, yaitu Rp 2,23 triliun. Disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang diperdagangkan sebesar Rp 1,47 triliun dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 915,57 miliar.
Daftar top gainers siang ini:
- PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) naik 6,86% ke level Rp 5.450.
- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 6,12% ke level Rp 2.600.
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 5,66% ke level Rp 2.240.
Daftar top loser siang ini:
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 15% ke level Rp 1.105.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 14,95% ke level Rp 2.730.
- PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 14,89% ke level Rp 6.000.
