Hashim Anggap Isu MSCI Bukan Hal Mengejutkan, PER Emiten Malah Lebih Bikin Kaget

Karunia Putri
10 Februari 2026, 19:24
MSCI Hashim
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan alasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan peringatan kepada pasar modal Indonesia. Menurut dia, keputusan tersebut tidak datang secara tiba-tiba.

Hashim mengatakan, MSCI sebelumnya telah mengirimkan empat surat kepada Pemerintah Indonesia melalui sejumlah pejabat. Namun, tidak satu pun surat tersebut sampai ke pemerintah pusat, sehingga tidak ada balasan yang diberikan.

“Seharusnya ini bukan hal yang mengejutkan. Tetapi pemerintah terkejut karena pemerintah tidak diberi informasi. Saya berbicara tentang tingkat pemerintahan tertinggi,” ujar Hashim saat menghadiri agenda China Conference Southeast Asia di Jakarta, Selasa (10/2).

Otoritas pasar modal bersama self regulatory organization (SRO) kemudian melakukan sejumlah pembenahan. Menurut Hashim, langkah-langkah yang diambil otoritas saat ini merupakan upaya mengoreksi kesalahan moral yang selama ini terjadi di pasar saham.

“Jadi saya pikir telah terjadi koreksi yang baik,” katanya.

Hashim juga menyoroti penurunan harga saham sejumlah emiten berfundamental kuat, seperti perusahaan Grup Astra dan bank-bank berkapitalisasi besar. Di sisi lain, ia melihat adanya saham-saham tertentu yang justru mengalami kenaikan harga secara tidak wajar akibat manipulasi atau disebut sebagai saham gorengan.

Menurut Hashim, kondisi tersebut menjadi persoalan utama di pasar modal Indonesia saat ini. Ia menyebut terdapat indikasi penyalahgunaan hingga praktik korupsi dalam perdagangan saham.

Hashim menjelaskan, praktik tersebut pada dasarnya merupakan upaya memanipulasi harga saham, yang terlihat dari tingginya rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (PER) sejumlah emiten. Ia mengungkapkan, ada saham yang diperdagangkan dengan PER mencapai 167 kali.

“Ada juga yang 300 kali, 1.200 kali, bahkan hingga 4.000 kali. Saya benar-benar terkejut,” ujar Hashim.

Ia menuturkan, di Indonesia dikenal istilah “menggoreng” saham, yakni upaya menaikkan harga saham secara tidak wajar. Hashim mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah perusahaan memiliki PER hingga ribuan kali, tetapi tidak menghasilkan keuntungan sama sekali. Kondisi tersebut, menurut dia, diperparah dengan porsi saham yang beredar di publik atau free float yang sangat kecil, hanya sekitar 1% hingga 1,5%.

Hashim kemudian membandingkan saham-saham tersebut dengan emiten global seperti NVIDIA, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang memiliki PER sekitar 16 kali. Padahal, NVIDIA mampu menghasilkan arus kas hingga puluhan miliar dolar AS.

“Bagaimana mungkin perusahaan seperti NVIDIA yang menghasilkan arus kas besar dibandingkan dengan perusahaan kecil di Indonesia yang tidak mencetak laba, tetapi memiliki PER 4.000 kali? Jelas adanya penyimpangan,” ujarnya.

Kendati demikian, Hashim tetap optimistis fundamental pasar modal Indonesia tetap kuat. “Jadi sekali lagi, fundamentalnya terlihat bagus. Saya sangat optimistis. Pemerintah juga sangat optimistis,” kata dia.

Berdasarkan pengamatannya, Hashim menilai terdapat indikasi penyalahgunaan dan praktik korupsi dalam perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Sementara itu, Hashim tercatat memiliki saham di BEI lewat perusahaannya PT Arsari Sentra Data. Di antaranya adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT Indokripo Koin Sementa Tbk (COIN).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...