IHSG Berpeluang Naik Hari Ini, Analis Jagokan Saham CDIA, INET hingga KLBF

Karunia Putri
11 Februari 2026, 06:32
ihsg,
Katadata / nur hana nabila
Penutupan perdagangan saham BEI, Selasa (30/12)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu (11/2). Analis merekomendasikan saham-saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) hingga PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Analis Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Secara teknikal, indeks mampu bertahan di atas level rata-rata pergerakan lima hari (MA5) didukung oleh penyempitan histogram negatif MACD serta indikator Stochastic RSI yang melanjutkan fase reversal

“IHSG berpotensi lanjutkan penguatan dan menguji level 8.200-8.215 di perdagangan Rabu,” seperti yang ditulis Phintraco Sekuritas dalam keterangan resminya dikutip Rabu (11/2).

Ia menyebut level support IHSG berada di Rp 8.000 dan level resistance  di Rp 8.215.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Dari sisi fundamental domestik, penjualan ritel tercatat tumbuh 3,5% secara tahunan atau year on year (yoy) pada Desember 2025, melambat dibandingkan November 2025 6,3% yoy. Meski demikian, bulanan penjualan ritel tumbuh selama delapan bulan berturut-turut, didukung stimulus pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Phintraco memperkirakan tren penjualan ritel pada Januari hingga Maret 2026 berpotensi meningkat seiring kenaikan indeks keyakinan konsumen pada Januari dan momentum Tahun Baru Imlek yang berlanjut dengan Ramadan dan Idul Fitri.

Dari eksternal, investor mencermati data inflasi Cina Januari 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 0,5% yoy dari 0,8% yoy pada Desember 2025.

Sementara itu, dari Amerika Serikat, akan ada rilis data nonfarm payrolls Januari 2026 yang diproyeksikan mencatat penyerapan tenaga kerja sekitar 40 ribu orang, turun dari 50 ribu pada bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran AS diperkirakan naik dari 4,4% menjadi 4,5%.

Phintraco Sekuritas mengungkapkan sejumlah saham yang dapat diperhatikan investor hari ini antara lain PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Apexindo Pratama Putra Tbk (APEX).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova juga memproyeksikan IHSG melanjutkan penguatan menuju resistance Fibonacci di level 8.259, jika mampu menembus level 8.057. Namun, pelemahan di bawah level ini berpotensi memicu tekanan jual yang membawa IHSG turun ke area 7.785. 

Ivan mencatat level support IHSG berada di 7.785, 7.617, 7.362, dan 7.265, sementara resistance di 8.162, 8.259, 8.377, 8.596, dan 8.837. “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” tulis dia.

Ia memberikan sederet saham-saham yang dapat diperhatikan investor hari ini, antara lain adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

IHSG ditutup naik 1.24% di level 8131.738 pada akhir perdagangan Selasa (10/2). Kedua analis memprediksi indeks melanjutkan penguatan pada hari ini (11/2).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...