Saham MSCI dan Moody's Longsor hingga 11% di Bursa AS di Tengah Sorotan Review

Ira Guslina Sufa
12 Februari 2026, 08:40
Morgan Stanley
New York Post
Morgan Stanley
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga saham dua perusahaan investasi global MSCI Inc (MSCI) dan Moody's Corp  (Moody’s) berguguran di bursa New York Stock Exchange (NYSE). Merujuk data perdagangan dalam lima hari terakhir saham kedua raksasa investasi itu rontok hingga 11%. 

Harga saham MSCI terpantau  anjlok 11,26% ke level US$511,86 per saham dalam lima hari. Adapun pada perdagangan Rabu (11/2) waktu setempat, saham MSCI terkoreksi 0,77%,  menyusul pengumuman hasil index review periode Februari 2026.

Sementara saham Moodys turun 11,23% dalam lima hari terakhir dari US$464 menjadi US$412% selama lima hari perdagangan. Pada perdagangan kemarin saham Moodys ditutup turun 1,61%. Sedangkan dalam satu bulan terakhir saham Moodys sudah turun 22%. Penurunan ini jauh lebih besar dari saham MSCI yang hanya turun 12%. 

Penurunan saham MSCI dan Moodys terjadi seiring dengan review terbaru yang dikeluarkan perusahaan. Dalam tinjauan indeks Februari 2026, Morgan Stanley Capital International menurunkan saham Indonesia yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dari daftar MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes. Pengumuman tersebut disampaikan MSCI pada Senin (10/2).

Dalam review terbaru MSCI juga membekukan evaluasi untuk memasukkan saham Indonesia dalam daftar terbaru. Di sisi lain, mengutip Bloomberg, MSCI justru meningkatkan jumlah perusahaan Cina dalam MSCI Global Standard Index sebanyak 21 emiten, yang menjadi penambahan terbesar sejak Mei 2023. 

Secara total, MSCI menambahkan 37 perusahaan Cina dan menghapus 16 perusahaan, sebagaimana diumumkan pada Selasa. Penyesuaian tersebut berpotensi mendorong arus dana investor pasif yang mengikuti indeks global, sekaligus memberikan sentimen positif bagi saham-saham Cina yang telah mencatat reli sejak tahun lalu. 

Sementara itu MSCI juga baru-baru ini mengumumkan dividen triwulanan sebesar US$2,05 per saham, yang akan dibayarkan pada Jumat, 27 Februari 2026, kepada investor yang tercatat hingga 13 Februari 2026. Nilai dividen tersebut meningkat dibandingkan dividen sebelumnya sebesar US$1,80 per saham, dengan total dividen tahunan mencapai US$8,20 dan imbal hasil sekitar 1,6%. Rasio pembayaran dividen MSCI tercatat sebesar 45,89%.

Moodys dalam rilis terbaru menurunkan prospek kredit 19 korporasi Indonesia dari stabil ke negatif. Pada saat bersamaan Moody’s melakukan penyesuaian untuk outlook Indonesia dari stabil ke negatif dengan mempertahankan peringkat pada level Baa2. Posisi ini satu tingkat di atas investment grade dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.

Berdasarkan penelusuran Katadata, MSCI saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$37,89 miliar, dengan rasio price to earnings (P/E) sebesar 32,86, rasio PEG sebesar 2,35, serta beta sebesar 1,29.

Adapun kapitalisasi pasar saham MCO per hari ini US$ ‪73,54 miliar, dengan imbal hasil dividen sebesar 0,90%. Smeentara itu, pendapatan bersih tahun 2025 MCO sebesar US$ 2,06 miliar









Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...