PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo sebelumnya mencatat penerbitan obligasi sepanjang 2025 mencapai Rp 284,3 triliun, melampaui rekor sebelumnya pada 2017.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menilai sorotan Moody’s dalam pengumuman terbarunya terutama mengarah pada kejelasan komunikasi kebijakan fiskal.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan pengelolaan fiskal Indonesia tetap berada dalam koridor yang aman dan tidak melanggar ketentuan defisit anggaran.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Badan Pengelola Investasi Danantara menjelaskan arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's menanggapi penurunan outlook kredit.
Lembaga pemeringkat kredit Moody’s Ratings menurunkan outlook lima bank jumbo di Indonesia dari stabil menjadi negatif dalam pengumumannya hari ini, jumat (6/2).
Moody’s Ratings pada Kamis (5/2) kemarin memberikan sejumlah catatan kritis terhadap kebijakan ekonomi Indonesia. Bagaimana pemerintah harus menyikapi itu?
Purbaya meyakini Moody's sebenarnya dapat berubah pikiran jika melihat data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup bagus jika merilis pengumuman tersebut setelahnya.
Moody’s dalam pengumumannya saat memangka outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, antara lain menyoroti program Makan Bergisi Gratis atau MBG.
Dampak sentilan MSCI terhadap pasar modal Indonesia mulai meluas. Tak hanya menekan peringkat saham Indonesia di sejumlah lembaga keuangan global, sorotan MSCI juga merembet ke peringkat utang RI.
Dalam penilaiannya, Moody’s Ratings menyebut struktur tata kelola, skema pembiayaan, serta prioritas investasi Danantara belum jelas. CEO Danantara Rosan P Roeslani pun merespons hal itu.