Pascagabung Program MBG, Laba Bersih JPFA Naik 32% Jadi Rp 4 Triliun pada 2025

Karunia Putri
2 Maret 2026, 11:46
Japfa
Dok Japfa
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi salah satu pemain besar dalam bisnis peternakan unggas terintegrasi di Tanah Air.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten perunggasan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan laba bersih Rp 4 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut naik 32,63% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,01 triliun.

Kenaikan laba tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan neto yang mencapai Rp 60,71 triliun, meningkat dari Rp 55,8 triliun secara tahunan atau year on year (YoY).

Berdasarkan segmen usaha, kontribusi terbesar berasal dari peternakan komersial sebesar Rp 24,51 triliun, diikuti pakan ternak Rp 15,78 triliun, dan pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen Rp 10,64 triliun. Berikutnya disusul budi daya perairan Rp 5,13 triliun, pembibitan unggas Rp 3,54 triliun, serta perdagangan dan lainnya Rp 2,3 triliun. Nilai tersebut dikurangi potongan penjualan Rp 1,21 triliun.

Sejalan dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp 47,52 triliun dari Rp 44,58 triliun pada tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bruto perseroan tetap tumbuh menjadi Rp 13,19 triliun dari Rp 11,21 triliun.

Dari sisi neraca, JPFA mencatatkan total aset sebesar Rp 40,06 triliun dengan total liabilitas Rp 20,04 triliun sepanjang 2025.

Sebelumnya, manajemen menyampaikan bahwa perseroan telah bergabung dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Direktur Japfa, Rachmat Indrajaya mengatakan, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong perekonomian masyarakat dan dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi kinerja perseroan.

Saat ini, Japfa juga telah mulai memasok bahan baku ke sejumlah dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program tersebut, baik melalui jalur langsung maupun melalui koperasi.

Sentimen positif lainnya datang dari rencana pemerintah melalui Danantara yang akan menggelontorkan dana Rp 20 triliun untuk memperkuat sektor peternakan unggas nasional di 13 provinsi.

CGS International Sekuritas Indonesia menilai program pemerintah tersebut berpotensi menjadi katalis bagi kinerja JPFA. Hal ini tercermin dari kenaikan harga rata-rata ayam broiler pada kuartal IV 2025 menjadi Rp 22.800 per kg, naik 8% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 5% secara tahunan. Peningkatan harga ini diperkirakan dipicu oleh tambahan permintaan dari program makan bergizi gratis.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, laba per saham JPFA juga meningkat menjadi Rp 344 per saham dari Rp 260 per saham pada tahun sebelumnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...