ITMG Gelar RUPST April, Laba Turun 49%, Bagaimana Potensi Dividen?
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026. Berdasarkan rekam jejak pada tahun-tahun sebelumnya, emiten tambang batu bara ini kerap membagikan dividen final dalam jumlah jumbo pada periode tersebut.
Manajemen ITMG menyampaikan, mata acara RUPST akan diumumkan pada 17 Maret 2026. “Pemanggilan beserta mata acara rapat akan diumumkan pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2026 dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris paling sedikit melalui situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, situs web PT Bursa Efek Indonesia dan situs web perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Selasa (3/3).
Jika merujuk pada histori pembagian dividen, ITMG secara konsisten mengalokasikan dividen final bagi pemegang sahamnya. Sebelumnya emiten tambang batu bara ini mengguyur dividen interim kepada para pemegang sahamnya senilai US$ 50,04 juta, sekitar Rp 836,88 miliar atau sebesar Rp 738 per saham. Adapun dividen tersebut dibayarkan ITMG pada 26 November 2025 lalu.
Lalu ITMG juga sempat membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar US$ 153.125.777 atau setara Rp 2,58 triliun. Angka itu setara dengan Rp 2.245 per lembar saham atau dividen yield 9,9% yang dibayarkan pada 7 Mei 2025.
Untuk tahun buku 2024, ITMG juga memberikan dividen interim sebesar Rp 1.228 per saham pada 25 September 2024.
Sementara itu, untuk tahun buku 2023, perseroan membagikan dividen interim sebesar Rp 2.260 per saham pada 22 September 2023. ITMG bahkan pernah membagikan dividen sebesar Rp 6.416 per saham kepada para investornya. Harga dividen tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah dibagikan ITMG.
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% Sepanjang 2025
Sepanjang 2025, ITMG membukukan laba bersih sebesar US$ 190,94 juta atau sekitar Rp 3,19 triliun. Nilai tersebut anjlok 49,19% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar US$ 374,11 juta.
Pendapatan perseroan juga menurun menjadi US$ 1,88 miliar dari US$ 2,30 miliar secara tahunan atau year on year (yoy). Pendapatan tersebut berasal dari penjualan batu bara kepada pihak ketiga sebesar US$ 1,84 miliar dan pihak berelasi US$ 18,19 juta. Selain itu, perseroan mencatat pendapatan dari jasa kepada pihak ketiga sebesar US$ 4,64 juta serta keuntungan transaksi swap batu bara senilai US$ 10,56 juta.
Beberapa pelanggan utama ITMG antara lain China Bai Gui International Trade Ltd. dengan nilai transaksi US$ 213,02 juta dan Marubeni Corporation sebesar US$ 188,36 juta.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan turut turun menjadi US$ 1,39 miliar dari US$ 1,60 miliar pada periode sebelumnya. Adapun laba bersih perseroan tertekan akibat kenaikan sejumlah beban, di antaranya beban umum dan administrasi yang meningkat dari US$ 37,09 juta menjadi US$ 44,90 juta, serta beban keuangan yang naik dari US$ 4,05 juta menjadi US$ 11,12 juta.
Akibatnya, laba per saham ITMG ikut turun menjadi US$ 0,17 per saham, dari sebelumnya US$ 0,33 per saham.
Di pasar saham, harga saham ITMG tercatat naik 2,55% atau 600 poin ke level 24.125 pada perdagangan hari ini pukul 9.49 WIB. Sahamnya meningkat 9,55% dalam tiga bulan terakhir.
