ITMG menilai, pengambilaihan 9,6% saham emiten yang bergerak di bidang pertambangan nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) sebagai langkah strategis.
Pembagian dividen emiten tambang batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menjadi salah satu yang dinantikan oleh investor. Bagaimana peluang pembagian dividen interim ITMG tahun ini?
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan kinerja solid dari sisi operasional sepanjang paruh pertama 2025. Meski pendapatan dan laba bersih tertekan penurunan harga batu bara.
Laba bersih emiten batu bara diperkirakan melemah pada kuartal II 2025 dengan penurunan mencapai 4% hingga 50% dibanding kuartal sebelumnya. Indo Premier Sekuritas menyebut sejumlah katalis. Apa itu?
Emiten tambang batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) disebut tengah proses negosiasi untuk mengakuisisi saham tambang nikel PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE). Seperti apa rencananya?
Sektor pertambangan, khususnya batu bara, masih menjadi perhatian utama di pasar modal Indonesia. Beberapa emiten tambang besar seperti AADI, UNTR, ITMG dan ABMM mana yang menarik prospeknya?
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan volume produksi batu bara 20,8 juta ton sampai dengan 21,9 juta ton di 2025. Target produksi ini meningkat 2,97% hingga 8,41% secara tahunan atau yoy.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) berpotensi memberikan dividen 60% hingga 70% untuk tahun buku 2024. Jika diakumulasikan dengan laba ITMG 2024, ada potensi pembayaran dividen hingga Rp3,67 triliun
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) merupakan salah satu emiten batu bara di Indonesia dikenal sebagai perusahaan yang rajin membagikan dividen dengan payout ratio yang cukup besar.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk catat laba bersih turun 25,2% di 2024, mencapai US$374,11 juta dibanding tahun sebelumnya, dengan pendapatan bersih juga menurun 2,9%.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menorehkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk US$ 273 juta setara Rp 4,3 triliun hingga kuartal tiga 2024.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), meskipun mencatat penurunan laba, tetap membayar dividen interim senilai US$ 90 juta hari ini, namun harga sahamnya turun 1,12% di pasar.