Rupiah Dibuka Melemah, Dekati Level 17.000 Imbas Ketegangan di Timur Tengah

Image title
4 Maret 2026, 09:22
Pegawai Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Meulaboh menyiapkan uang rupiah untuk kebutuhan Lebaran di Kantor Bank Aceh Cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Selasa (3/3/2026). Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh menyediakan Rp4 triliun uang tu
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom.
Pegawai Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Meulaboh menyiapkan uang rupiah untuk kebutuhan Lebaran di Kantor Bank Aceh Cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Selasa (3/3/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (4/3) diproyeksikan akan melanjutkan pelemahannya ke Rp 16.890 di tengah tensi geopolitik Timur Tengah yang masih tinggi. Berdasarkan Bloomberg, kurs rupiah dibuka melemah 52 poin atau 0,35% ke level 16.931 per dolar AS. Rupiah pun perlahan bergerak naik ke level 16.920 per dolar AS hingga pukul 09.15 WIB.  

“Kemungkinan masih akan melanjutkan depresiasi ke Rp 16.890 per US dolar,” kata Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana Rabu (4/3).

Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp 16.872 per dolar Amerika Serikat, melemah tipis 0,02% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.868 per dolar AS. Kemudian langsung dibuka melemah pada perdagangan pagi ini.

Selain dari meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah Fikri juga menyebutkan faktor lainnya seperti ekspektasi kenaikan inflasi global seiring kenaikan harga minyak yg masih berlangsung. Para ekonom memperkirakan inflasi di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat,  akibat perang Iran dengan AS-Isran.

Hasil survei global yang digelar Bloomberg ini menunjukkan separuh responden memperkirakan inflasi akan lebih cepat meningkat di Eropa dan AS. Sedangkan sekitar 40% responden melihat kondisi kenaikan inflasi juga kemungkinan terjadi di Cina dengan kenaikan sekitar 0,3 hingga 0,9% dari perkiraan sebelumnya.

Inflasi terbesar dari perang ini berasal dari kenaikan harga minyak dan gas karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia yang diangkut melalui laut biasanya melewati Selat Hormuz,  yang kini hampir terhenti sepenuhnya. 

Selain itu, akan ada efek domino dari hal-hal lain seperti kenaikan tarif penerbangan dan biaya distribusi, serta risiko rantai pasokan yang lebih luas jika konflik berkepanjangan.

Tak hanya itu, dari pasar keuangan Fikri menyebutkan faktor seperti ekspektasi tertundanya penurunnan suku bunga The Fed serta berlanjutnya tekanan sell off di pasar keuangan domestik juga ikut berkontribusi pada pelemahan Rupiah hari ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...