Adaro Andalan (AADI) Lego Aset Batu Bara Kokas, Potensi Bagi Dividen Spesial 19%

Nur Hana Putri Nabila
15 April 2026, 16:37
Adaro
Katadata
Adaro
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sekretaris AADI, Ray Aryaputra mengatakan Yancoal Australia Ltd merencanakan akuisisi penuh 100% saham Kestrel Coal Group. Dalam skemanya, AADI berpotensi menerima dana dalam dua tahap. Pertama, pembayaran tunai di muka (upfront cash consideration) sebesar US$ 1,85 miliar atau sekitar Rp 31,6 triliun (asumsi kurs Rp 17.100 per dolar AS).

Selain itu, Ray menyebut ada tambahan pembayaran bersyarat (contingent cash consideration) hingga US$ 550 juta atau sekitar Rp 9,4 triliun, yang akan dibayarkan dalam jangka waktu lima tahun. Namun, pembayaran tambahan ini hanya akan terealisasi apabila rata-rata harga harian indeks Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia melampaui US$ 225 per ton.

“Tujuan rencana transaksi untuk mendukung pelaksanaan strategi bisnis dan investasi AADI,” tulis Ray dalam keterbukaan BEI, Rabu (15/4). 

Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto menilai total potensi nilai transaksi bisa mencapai sekitar US$ 2,4 miliar atau setara Rp 41 triliun. Tergantung pada pergerakan harga batu bara kokas global dalam beberapa tahun ke depan.

“Dengan memperhitungkan porsi kepemilikan 47,99% saham di Kestrel Coal Group, transaksi ini mengimplikasikan bahwa AADI akan mendapatkan dana hingga US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 20,5 triliun,” tulis Stockbit Sekuritas, Rabu (15/4).

Stockbit menilai transaksi ini merupakan sentimen positif bagi PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) karena didorong valuasi penjualan menarik. Kemudian potensi penurunan kontribusi laba yang relatif kecil dari divestasi Kestrel Coal Group hingga peluang pembagian dividen spesial seiring terbatasnya rencana belanja modal (capex) dan ekspansi dalam waktu dekat.

Dari sisi valuasi, Stockbit menyebut transaksi ini mencerminkan kelipatan yang tinggi. Tanpa memperhitungkan contingent cash consideration, valuasi penjualan mencapai sekitar 51 kali price to earnings (P/E). 

Mengacu pada kontribusi laba Kestrel Coal Group sebesar US$ 17,3 juta terhadap laba bersih AADI 2025 serta upfront cash proceed sekitar US$ 888 juta. Angka ini jauh di atas valuasi AADI saat ini yang berada di kisaran 6 kali P/E 2025.

Stockbit juga melihat kontribusi pendapatan berulang (recurring income) dari Kestrel Coal Group terhadap laba bersih AADI pada 2025 tergolong kecil, yakni sekitar US$ 17,3 juta atau sekitar 2%. Di sisi lain, AADI berpotensi mencatatkan keuntungan minimal sekitar US$ 152 juta dari pembayaran di muka, setara dengan sekitar 20% dari laba bersih 2025.

Apabila pembayaran rampung, Stockbit menilai potensi keuntungannya naik hingga sekitar US$ 416 juta atau setara sekitar 55% dari laba bersih 2025 dalam periode lima tahun. Sebagai perbandingan, nilai buku (carrying value) Kestrel Coal Group pada 2025 tercatat sekitar US$ 736 juta, sementara nilai akuisisi awal oleh AADI pada 2018 mencapai sekitar US$1,1 miliar. 

“Jika seluruh upfront cash considerations dibayarkan sebagai dividen, nilai yang dibayarkan mencapai Rp 1.938/saham, setara dividend yield 19% per Selasa (14/4) di luar dividen reguler dari operasional,” tulis Stockbit.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...