Dividen Jumbo Emiten Tambang Batu Bara (ITMG) Rp 1,1 T, Kapan Bakal Dibagikan?
Emiten pertambangan batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan membagikan dividen tunai bernilai jumbo sebesar US$ 65 juta atau sekitar Rp 1,11 triliun (kurs: 17.188 kurs per dolar AS).
Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Jumat, 17 April 2026. Dalam rapat tersebut, perusahaan menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 191 juta.
Dari jumlah tersebut, disepakati pembagian dividen tunai US$ 115 juta atau setara dengan 60% dari laba bersih.
Sebelumnya, ITMG telah membagikan dividen interim sebesar US$ 50 juta atau setara Rp 738 per saham pada 26 November 2025. Sementara itu, sisa dividen sebesar US$ 65 juta atau sekitar Rp 1,11 triliun (kurs: 17.188 kurs per dolar AS).
Dividen jumbo itu akan dibagikan pada 19 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham per 29 April 2026. Namun perusahaan belum mengumumkan nilai per saham yang akan dibagikan.
“Sisanya sebesar US$ 65 juta akan didistribusikan dalam bentuk dividen tunai pada 19 Mei 2026,” tulis manajemen dalam keterangannya, Jumat (17/4).
Adapun sisa keuntungan bersih ITMG akan ditambahkan pada laba ditahan demi mendukung pengembangan bisnis perusahaan. Saat ini perusahaan tengah melaksanakan aksi pembelian kembali (buyback) saham-sahamnya senilai maksimal Rp 2,49 triliun.
Rencana tersebut telah direstui oleh para pemegang saham ITMG dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (3/11).
Merujuk keterangan resmi yang perseroan sampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, ITMG bakal menggunakan kas internal perusahaan sebagai sumber dana aksi buyback itu, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.
“Asumsi buyback dilaksanakan secara keseluruhan,” tulis manajemen ITMG dalam keterangannya dikutip Selasa (4/11).
Apabila menilik kinerja keuangan perusahaan, sepanjang 2025 ITMG membukukan laba bersih sebesar US$ 190,94 juta atau sekitar Rp 3,19 triliun. Nilai tersebut anjlok 49,19% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar US$ 374,11 juta.
Pendapatan perseroan juga menurun menjadi US$ 1,88 miliar dari US$ 2,30 miliar secara tahunan. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan batu bara kepada pihak ketiga sebesar US$ 1,84 miliar, dan pihak berelasi US$ 18,19 juta.
Selain itu, perseroan mencatat pendapatan dari jasa kepada pihak ketiga sebesar US$ 4,64 juta serta keuntungan transaksi swap batu bara senilai US$ 10,56 juta. Beberapa pelanggan utama ITMG antara lain China Bai Gui International Trade Ltd dengan nilai transaksi US$ 213,02 juta dan Marubeni Corporation sebesar US$ 188,36 juta.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan turut turun menjadi US$ 1,39 miliar dari US$ 1,60 miliar pada periode sebelumnya.
Adapun laba bersih perseroan tertekan akibat kenaikan sejumlah beban, di antaranya beban umum dan administrasi yang meningkat dari US$ 37,09 juta menjadi US$ 44,90 juta, serta beban keuangan yang naik dari US$ 4,05 juta menjadi US$ 11,12 juta. Akibatnya, laba per saham ITMG ikut turun menjadi US$ 0,17 per saham, dari sebelumnya US$ 0,33 per saham.
