IHSG Diprediksi Naik, Analis Rekomendasikan Saham CDIA, UNVR, HMSP, ITMG
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan naik pada perdagangan saham hari ini, Kamis (30/4). Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,41% ke level 7.101, didukung kenaikan volume pembelian.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG saat ini berada dalam fase wave [v] pada skenario utama (label hitam), atau alternatifnya mendekati akhir wave [b] dari wave B (label merah).
Ia memperkirakan potensi koreksi IHSG masih relatif terbatas, dengan area uji di kisaran 6.983–7.009.
“Dan berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji 7.188–7.270,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (30/4).
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.022 dan 6.917. Sementara resistance terdekat berada di 7.313 dan 7.484.
Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sementara resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Salah satunya PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) akumulasi beli di rentang Rp 750–Rp 770 dengan target harga di Rp 820–Rp 855. Sementara level stop loss di bawah Rp 735.
Kemudian PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 845–Rp 880 dengan target harga di Rp 935–Rp 965, serta stop loss di bawah Rp 825.
Sentimen IHSG
Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG kemarin dipicu oleh technical rebound setelah indeks sempat berada di area oversold dan masih mampu bertahan di atas level 7.000. Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pelebaran histogram negatif, sedangkan Stochastic RSI masih berada di zona oversold dan belum mengindikasikan pembalikan arah.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji level MA5 di kisaran 7.156. Meski demikian, investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung menjelang libur panjang.
“Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 7.050–7.150,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Kamis (30/4).
Di samping itu, Bank Dunia juga memproyeksikan harga energi akan melamhung 24% sepanjang tahun ini, mencapai level tertinggi sejak Perang Rusia-Ukraina. Lalu harga komoditas secara menyeluruh diperkirakan naik 16%, ditopang lonjakan harga energi, pupuk, dan sejumlah komoditas logam.
Dari Amerika Serikat, pasar menanti rilis indeks PCE Prices Maret 2026 yang diperkirakan naik ke 3,3% dari 2,8% pada Februari. Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I 2026 juga diproyeksikan menguat menjadi 1,5% QoQ dari 0,5% QoQ sebelumnya. Di Cina, investor akan mencermati data aktivitas manufaktur dan nonmanufaktur April.
Di tengah sentimen global tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
