Di Balik Moncernya Kinerja Emiten Aguan PANI - CBDK, Laba Meroket Lebih 1.000%
Dua emiten properti milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada kuartal pertama 2026. Kinerja kedua emiten ditopang oleh penjualan kaveling tanah komersial di kawasan central business district (CBD) PIK2.
Induk perusahaan, PANI membukukan laba bersih sebesar Rp 578,33 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut meroket 1.066% secara tahunan atau lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 49,57 miliar.
Pendapatan PANI juga melejit signifikan menjadi Rp 1,11 triliun dari Rp 611,97 miliar pada kuartal pertama 2025. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh penyerahan kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2 yang menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma mengatakan capaian ini mencerminkan arah pengembangan kawasan PIK2 yang semakin matang seiring meningkatnya aktivitas bisnis di kawasan tersebut.
“Kinerja keuangan PANI menunjukan peningkatan yang berkelanjutan, sejak dari backdoor listing 5 tahun lalu, roadmap yang dirancang dari awal sudah mulai terwujud dikit demi sedikit. Dan usaha kami melakukan asset injection selama 4 tahun terakhir mulai tercermin di laporan keuangan di kuartal ini,” kata Aguan dalam keterangan resmi dikutip Selasa (5/5).
Ia mengatakan, dukungan cadangan lahan yang luas, konektivitas yang semakin terbuka melalui Tol KATARAJA serta berkembangnya aktivitas di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) menjadi faktor pendukung pertumbuhan kawasan.
Menurut Aguan, PIK2 terus dikembangkan sebagai kota pesisir modern terintegrasi dengan daya saing tinggi. Selain penjualan lahan komersial, pendapatan perseroan juga ditopang penyerahan sejumlah produk residensial seperti Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala dan Pasir Putih Residences.
Di segmen komersial, kontribusi juga datang dari proyek SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial dan Rukan Marina Bay. Dari sisi fundamental, PANI didukung total aset sekitar Rp 50 triliun dan cadangan lahan seluas 1.825 hektare.
Laba CBDK Melonjak 317%
Sementara itu, anak usaha PANI yang baru melantai di BEI awal tahun lalu, CBDK juga mencatat pertumbuhan signifikan. CBDK membukukan laba bersih sebesar Rp 541,43 miliar pada kuartal I 2026, naik 317% dibandingkan Rp 129,94 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan perseroan meningkat menjadi Rp 742,59 miliar dari Rp 426,34 miliar secara tahunan. Kontributor terbesar pendapatan berasal dari penyerahan kaveling tanah komersial yang tumbuh 492% secara tahunan.
Penjualan tersebut terutama berasal dari kawasan CBD PIK2 yang dinilai semakin menarik bagi korporasi dan pelaku usaha untuk ekspansi jangka panjang. Kontribusi pendapatan lainnya berasal dari penyerahan proyek komersial seperti SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial dan Rukan Asia Afrika.
Di segmen residensial, CBDK juga mencatat penjualan dari produk Rumah Milenial dan Permata Hijau Residence. Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo mengatakan permintaan terhadap lahan komersial tetap kuat.
“Permintaan terhadap commercial land plot tetap kuat, didukung oleh semakin banyak pelaku usaha dan korporasi yang melihat kawasan ini sebagai lokasi strategis untuk ekspansi jangka panjang,” ujarnya.
Dia mengatakan fokus perseroan ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan penjualan, tetapi juga memperkuat ekosistem kawasan dan membangun sumber pendapatan berulang. Hal ini didukung oleh operasional NICE dan pengembangan Hotel Hilton PIK2 yang masih berlangsung.
Per 31 Maret 2026, CBDK mencatat total aset sebesar Rp 22,4 triliun dengan posisi likuiditas yang dinilai sehat dan struktur permodalan konservatif. Perseroan juga membukukan marketing sales sebesar 28% dari target tahun berjalan pada kuartal pertama 2026.
