Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 0,47% atau 40,08 poin ke level 8.548 pada penutupan perdagangan saham hari ini, Senin (1/12). Sebanyak 317 saham menguat, 380 saham terkoreksi
Duo miten kongsi Sugianto Kusuma atau Aguan dan Grup Salim membukukan kinerja keuangan moncer hingga kuartal ketiga 2025. Mereka adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK 2.
Analis merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) hingga PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) di tengah prediksi kenaikan IHSG hari ini.
Harga saham dua emiten properti milik Sugianto Kusuma atau Aguan, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melesat di tengah kenaikan IHSG.
Minat investor terhadap penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membludak. Bagaimana potensi IPO dan Apakah akan mengulang sukses IPO RATU?
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menyediakan dana hingga mencapai Rp 1 triliun untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham. Bagaimana prospek sahamnya?
Emiten yang terafiliasi dengan kongsi Sugianto Kusuma atau Aguan dan Anthony Salim PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mengumumkan aksi korporasi terbaru.
Emiten properti milik Sugianto Kusuma atau Aguan yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) kompak membayar dividen pada 10 Juni. Berikut besarannya.
Gerak saham dua emiten milik taipan properti Sugianto Kusuma atau dikenal Aguan di pasar saham kembali menggeliat. Selama lima hari terakhir harga saham PANi dan CBDK milik Aguan naik signifikan.
Emiten milik Aguang, CBDK, berencana untuk menjalankan buyback saham senilai Rp 1 triliun mulai 27 Maret 2025 sebagai strategi menjaga kepercayaan investor dan kestabilan pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat 0,97% pada perdagangan saham sesi pertama siang ini, Selasa (4/2). Penguatan terjadi 68,15 poin ke level 7.098.
Pra-penjualan kavling komersial CBDK mencapai Rp 1,5 triliun atau naik 78% dibandingkan 2023 sebesar Rp 835 miliar, didorong oleh pengembangan Central Business District PIK 2.