Mengintip Potensi Bullish IHSG, Saham ANTM hingga INDF jadi Rekomendasi
Ketidakpastian ekonomi global masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di tengah tekanan tersebut, Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG tahun ini bergerak dalam rentang Rp 6.300 sampai Rp 8.000, bergantung pada pertumbuhan laba emiten dan kondisi makroekonomi.
Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia Prasetya Gunadi mengatakan, arah gerak indeks tahun ini sangat ditentukan oleh pertumbuhan kinerja emiten serta valuasi pasar.
Dia menjelaskan, dalam skenario bearish (pesimis), pertumbuhan laba emiten diperkirakan terkontraksi 3%. Dengan asumsi rasio price to earnings (P/E) sebesar 10,9 kali dan estimasi earnings per share (EPS) 2026 sebesar 577. IHSG diproyeksikan ke level 6.300.
Sementara untuk skenario bullish (optimis), laba emiten diperkirakan tumbuh 5%. Dengan fair P/E sebesar 12,9 kali dan EPS 624,6. Dengan begitu indeks diramal ke level 8.000 hingga akhir tahun.
Prasetya menjelaskan, proyeksi tersebut sangat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta harga minyak dunia.
“Karena begitu ya US$-IDR nya lebih dari 18.000 itu akan yang pasti terpengaruh juga dari misalnya consumer stakeholders. Dan juga dari misalnya bank juga akan pasti terdampak, terutama dari asset quality ya,” ujar Prasetya dalam agenda Media Connect, Kamis (7/5).
Selain kurs, harga minyak dunia juga menjadi faktor penentu. Dalam skenario bearish, Samuel mengasumsikan harga minyak rata-rata berada di atas US$ 120 per barel. Sebaliknya, skenario bullish didukung oleh harga minyak yang lebih terkendali serta penguatan rupiah.
Sektor Komoditas Masih Jadi Pilihan
Seiring dengan ketidakpastian tersebut, Samuel Sekuritas melihat sektor komoditas masih menjadi pilihan menarik pada tahun ini. Prasetya mnjagokan sektor batu bara serta minyak dan gas. Selain itu, tambah dia, industri emas masih layak dicermati tahun ini.
Prasetya memberikan lima rekomendasi saham yang dapat diperhatikan tahun ini. Pertama saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Menurut dia, prospek ANTM ditopang oleh tren kenaikan harga emas global serta kontribusi bisnis nikel yang dinilai tetap solid.
Samuel memberikan target harga ANTM di level Rp 4.600 per saham, lebih tinggi dari harga terakhir yang didatanya di Rp 3.740.
Selain itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga masuk dalam daftar saham favorit. Samuel menilai transformasi bisnis BUMI, khususnya penguatan kontribusi bisnis emas berpotensi menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang.
“Ke depannya mereka ini, targetin 2029-2030, contribution dari revenue dari gold-nya itu bisa 50-50. Jadi, kita lihat dari transformasi dari gold nya ini akan membantu,” katanya.
Di sektor pelayaran energi, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) juga dinilai menarik dengan target harga Rp 700 per saham. Emiten ini dinilai diuntungkan dari kenaikan tarif sewa kapal di tengah ketegangan geopolitik global.
Berikut rekomendasi saham pilihan Samuel Sekuritas tahun ini:
| Emiten | Kode Saham | Kapitalisasi Pasar | Harga Saat Ini | Target Harga | Kenaikan (%) | EPS (%) | P/E (x) | Dividen yield (%) | |||
| 26F | 27F | 26F | 27F | 26F | 27F | ||||||
| PT Aneka Tambang Tbk | ANTM | Rp 90 triliun | Rp 3.740 | Rp 4.600 | 23 | 31 | 7,7 | 9,5 | 8,8 | 3,1 | 3,3 |
| PT Bumi Resources Tbk | BUMI | Rp 86 triliun | Rp 230 | Rp 300 | 30,4 | 61 | 79,7 | 38,9 | 21,6 | 0 | 0 |
| PT Indofood Sukses Makmur Tbk | INDF | Rp 59 triliun | Rp 6.750 | Rp 7.900 | 17 | 10,4 | 6,5 | 4,5 | 4,2 | 5,6 | 6,8 |
| PT Siloam Intertional Hospital Tbk | SILO | Rp 32 triliun | Rp 2.500 | Rp 3.000 | 20 | 11,2 | 23,3 | 26,2 | 20,9 | 1,1 | 1,2 |
| PT Buana Listas Lautan Tbk | BULL | Rp 8 triliun | Rp 510 | Rp 700 | 37,3 | 711,2 | -22 | 3,5 | 4,5 | 0 | 0 |
(Sumber: data Samuel Sekuritas)
