Raksasa Otomotif Astra (ASII) Bakal Buyback Saham Rp 8 T, Intip Strategi Bisnis

Karunia Putri
26 Mei 2026, 10:57
Astra
ASII
Menara Astra yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kav 5-6, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai jumbo Rp 8 triliun. Aksi tersebut akan direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan.

“Astra berencana mengalokasikan Rp 8 triliun untuk program pembelian kembali saham selama 12 bulan,” ungkap manajemen ASII kepada Katadata dikutip Selasa (26/5).

Apabila melihat pergerakan harga sahamnya, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham ASII turun 4,46% ke Rp 5.350 pada perdagangan intraday pukul 10.51 WIB hari ini, Selasa (26/5). Sejak awal tahun atau year to date (ytd), harga sahamnya melemah 18,28%.

Strategi Bisnis Astra Menuju Tujuh Dekade 

Usia Astra hampir menginjak tujuh dekade. Dengan usia yang semakin matang, ASII terus melakukan tinjauan strategis demi memperkuat pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang.

Presiden Direktur Astra, Rudy mengatakan, perseroan akan memfokuskan strategi pada tiga bisnis utama yang selama ini menjadi kontributor terbesar laba perusahaan, yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan.

“Secara keseluruhan, strategi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas portofolio bisnis dan meningkatkan efisiensi modal yang menghasilkan pertumbuhan laba serta nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rudy dalam keterangan resmi dikutip Selasa (26/5)

Dia menjelaskan, ketiga lini bisnis tersebut berkontribusi sekitar 90% terhadap laba Astra. Misalnya pada bisnis otomotif, Astra akan memperkuat seluruh ekosistem kendaraan, mulai dari penjualan mobil dan motor baru maupun bekas, suku cadang, layanan purnajual, hingga jaringan pelanggan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, bisnis jasa keuangan akan difokuskan untuk mengoptimalkan berbagai produk dan layanan di seluruh ekosistem Astra. Adapun bisnis alat berat dan solusi pertambangan akan diarahkan untuk memperkuat rantai pasok pertambangan dan mencari sumber pertumbuhan baru.

Kemudian, untuk portofolio bisnis di luar tiga sektor utama tersebut, ASII akan menjalankan strategi pengembangan yang lebih selektif dengan mengutamakan keselarasan terhadap ekosistem dan kapabilitas perusahaan.

Selain buyback saham, Astra juga menegaskan akan tetap menjaga disiplin alokasi modal melalui belanja modal pemeliharaan, pembayaran dividen yang konsisten serta investasi yang dinilai mampu memberikan nilai tambah jangka panjang.

Dalam 10 tahun terakhir, laba bersih Astra tumbuh lebih dari dua kali lipat dari Rp 15 triliun pada 2015 menjadi Rp 33 triliun pada 2025. Dividen yang dibagikan kepada pemegang saham juga meningkat 245% dari Rp 113 per saham menjadi Rp 390 per saham.

Di bidang sumber daya manusia, Astra saat ini menaungi lebih dari 190 ribu karyawan dan terus memperkuat pengembangan budaya kerja. Perseroan juga memperoleh sejumlah penghargaan internasional, termasuk Best Companies to Work for in Asia dari HR Asia sejak 2018 hingga 2025.

Sementara di bidang sosial, Astra menjalankan program Desa Sejahtera Astra yang tersebar di lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi di Indonesia. Program tersebut mencakup sektor kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan dengan total penerima manfaat lebih dari 3 juta orang.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...