IPO Merdeka Gold (EMAS) di Hong Kong Kian Dekat, Intip Geliat Bisnisnya
Perusahaan pertambangan emas nasional PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) bakal mencatatkan sahamnya melalui initial public offering (IPO) di Bursa Hong Kong dalam waktu dekat. Emiten kongsi Grup Saratoga–Garibaldi “Boy” Thohir itu pun dikabarkan telah mengambil sejumlah langkah untuk mewujudkan rencana tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Hong Kong, anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) itu telah menunjuk The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited sebagai overall coordinator tambahan untuk IPO di pasar mancanegara tersebut. Sebelumnya, EMAS lebih dulu menunjuk UBS AG Hong Kong Branch, CLSA Limited, dan Morgan Stanley Asia Limited untuk peran yang sama.
Sementara Bloomberg melaporkan, EMAS berencana melaksanakan IPO di Hong Kong pada Juni dengan proyeksi dana segar yang diraup mencapai hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 8,94 triliun (asumsi kurs Rp 17.888 per dolar AS).
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyebut langkah itu sebagai strategi lanjutan setelah IPO di BEI pada September 2025 dan dimulainya produksi di Tambang Emas Pani pada awal tahun ini. “Kami tetap fokus untuk meningkatkan operasi secara aman dan memberikan nilai jangka panjang, sekaligus memperluas akses terhadap pasar modal internasional,” ungkap Boyke dalam keterangan resminya, Rabu (25/3).
Manajemen EMAS menjelaskan, aksi IPO di bursa asing itu bertujuan memperluas akses perseroan ke investor global, meningkatkan likuiditas saham, dan membuka peluang pendanaan untuk ekspansi. Di sisi operasional, Merdeka Gold Resources terus mengembangkan Tambang Emas Pani di Gorontalo yang ditargetkan menjadi salah satu tambang emas terbesar di Asia pada 2030.
Di tengah aksi itu, Market Vectors Index Solutions (MVIS), penyedia indeks acuan bagi VanEck, mengumumkan hasil evaluasi indeks Global Junior Gold Miners Index (GDXJ) yang efektif berlaku pada 20 Maret 2026. Dalam evaluasinya itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi masuk ke dalam indeks GDXJ.
Selanjutnya, evaluasi konstituen Global Gold Miners Index (GDX) akan diumumkan pada 12 Juni 2026 dengan tanggal efektif 19 Juni 2026. Sementara evaluasi GDXJ berikutnya diumumkan pada 11 September 2026 dan berlaku efektif pada 18 September 2026.
Di Tambang Emas Pani, EMAS mulai menjalankan diamond deep drilling sedalam 3.600 meter demi menguji potensi tambahan sumber daya emas. Hasil eksplorasi sebelumnya menunjukkan adanya indikasi mineralisasi emas di luar area pengeboran yang sudah ada.
Saat ini, tambang yang berada di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo itu memiliki estimasi sumber daya mineral mencapai 291,5 juta ton dengan kadar emas 0,75 gram per ton (g/t) atau setara sekitar 7 juta ounces emas. Cadangan tersebut berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektar yang merupakan bagian dari total wilayah konsesi perseroan seluas 14.670 hektare.
Boyke mengatakan, dimulainya produksi di Pani membuat perusahaan berada pada posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi emas di area yang lebih dalam melalui enam titik pengeboran yang telah disiapkan.
“Program ini juga memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan lebih lanjut apabila hasil pengeboran menunjukkan potensi yang positif,” ucap Boyke dalam keterangannya, Jumat (29/5).
Di Pani, EMAS akan menguji keberlanjutan mineralisasi emas pada lapisan yang lebih dalam. Pada tahap awal, EMAS menyiapkan enam titik pengeboran dengan satu unit rig yang telah beroperasi, sementara rig kedua dijadwalkan mulai bekerja bulan depan. Apabila hasil awal menunjukkan prospek positif, perseroan membuka peluang untuk memperbesar skala program eksplorasi.
Sementara itu, di Kolokoa, EMAS juga telah menyelesaikan program pengeboran awal sebanyak 54 lubang bor dengan total kedalaman mencapai 11.701,6 meter. Dalam enam bulan terakhir, dengan nilai investasi sekitar US$ 2,4 juta, EMAS menetapkan target eksplorasi Kolokoa pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar emas 0,3 gram per ton hingga 0,5 gram per ton, yang menunjukkan potensi tambahan sumber daya mineral.
“Saat ini, perseroan tengah menyiapkan estimasi perdana sumber daya mineral yang ditargetkan diumumkan pada kuartal II 2026,” ucap Boyke.
Selain fokus pada Pani dan Kolokoa, EMAS juga akan memperluas program eksplorasi dengan memulai kegiatan pengeboran di Lone Pine pada semester II 2026. Perseroan menyiapkan survei geofisika menggunakan metode Mobile Magnetotelluric dan survei magnetik udara berbasis helikopter yang dijadwalkan berlangsung pada Juni atau Juli 2026 demi mendukung pemetaan potensi mineral di area eksplorasi.
