IHSG Diramal Naik, Analis Rekomendasikan Saham INDF, GGRM, UNVR, DEWA

Nur Hana Putri Nabila
2 Juni 2026, 06:18
ihsg, unvr, ggrm, dewa, indf,
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan rawan turun pada perdagangan saham hari ini, Selasa (2/6). Analis merekomendasikan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) hingga PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan IHSG masih berada dalam fase wave [v] dari wave A pada wave (2) berdasarkan label hitam.

Secara teknikal, ia menilai IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hingga menguji level 5.899 yang sekaligus menjadi area support berikutnya. “Support IHSG berada di 5.996 dan 5.899. Sementara resistance terdekat berada di 6.318 dan 6.459,” tulis Herditya dalam risetnya, Selasa (2/6). 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), untuk akumulasi beli di rentang Rp 1.540–Rp 1.670 dengan target harga di Rp 1.805–Rp 2.000, sementara level stoploss di bawah Rp 1.485.

Kemudian, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 282–Rp 330 dengan target harga di Rp 384–Rp 412, serta stoploss di bawah Rp 270.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Phintraco Sekuritas mencatat, IHSG ditutup turun tipis 0,05% ke level 6.127,38 pada perdagangan Jumat (29/5), setelah sempat menguat hingga ke level 6.230, di tengah efektifnya rebalancing indeks MSCI periode Mei.

Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah tertekan dan sempat menyentuh level terendah di Rp 17.881 per dolar AS di pasar spot.

Phintraco Sekuritas menyoroti mulai berlakunya ekspor batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) pada 1 Juni. Pada tahap awal, kebijakan ini masih masa transisi, dengan eksportir diwajibkan melaporkan aktivitas ekspornya melalui PT DSI.

Menurut Phintraco, pelaku pasar akan mencermati transparansi implementasi kebijakan tersebut dan dampaknya terhadap kinerja emiten yang bergerak di sektor terkait. 

Di sisi lain, pemerintah menawarkan insentif berupa tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang lebih rendah bagi eksportir yang menempatkan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri. Besaran tarif akan disesuaikan dengan jangka waktu penempatan dana dan berpotensi mencapai 0%.

Kebijakan ini dinilai menguntungkan eksportir melalui penghematan biaya pajak, akses suku bunga yang kompetitif, dan fleksibilitas penggunaan dana sebagai agunan kredit. Sementara bagi perbankan, penempatan DHE SDA berpotensi menambah sumber dana valuta asing berbiaya rendah dan memperkuat likuiditas.

Dari sisi data ekonomi, inflasi Mei 2026 diperkirakan meningkat menjadi 3,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari 2,42% pada April. Secara bulanan (month-on-month/mom), inflasi diproyeksikan naik menjadi 0,2% dari 0,13%.

Sementara itu surplus neraca perdagangan April 2026 diperkirakan menyusut menjadi US$ 0,5 miliar dari US$ 3,32 miliar pada Maret. Aktivitas manufaktur juga diperkirakan masih terkontraksi, tercermin dari indeks PMI manufaktur yang diproyeksikan turun ke level 49,1 pada Mei dari 49,5 pada bulan sebelumnya.

Selain beragam faktor itu, secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat indikator Stochastic RSI masih melanjutkan pembalikan arah menuju area pivot. Sementara itu, histogram MACD yang masih berada di zona negatif terus menyempit.

“Dengan begitu, IHSG diperkirakan berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000–6.300,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Selasa (2/6). 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...