Telkom (TLKM) Ketok Dividen Rp 21,9 Triliun, Kapan Dibagikan?
Emiten telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 21,9 triliun atau sebesar Rp 212 per saham. Keputusan itu disetujui lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 Telkom yang diadakan pada Senin (8/6).
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 17,8 triliun berasal dari keseluruhan laba bersih yang diperoleh perseroan sepanjang 2025. Sementara itu, sisanya sekitar Rp 4,2 triliun adalah laba ditahan perseroan tahun sebelumnya.
Dengan nilai dividen tersebut, TLKM diproyeksikan akan membagikan dividen sebesar 123,03% dari laba bersih Tahun 2025. “Pembayaran dividen tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 10 Juli 2026,” ungkap manajemen Telkom dalam keterangannya, Senin (8/6).
Adapun yang berhak menerima dividen adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perseroan pada penutupan perdagangan saham TLKM di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Juni 2026.
Berdasarkan laporan keuangan Tahun Buku 2025, laba Telkom tercatat sebesar Rp 17,81 triliun. Angka itu menurun 20,48% secara tahunan atau year on year (YoY) dari periode tahun lalu yang mencapai Rp 22,40 triliun.
Sementara total pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 146,74 triliun sepanjang 2025 atau turun 2,15% YoY dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 149,96 triliun.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan, perusahaan menetapkan besaran dividen dengan mempertimbangkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.
Menurutnya, di tengah tekanan industri dan berbagai ketidakpastian sepanjang 2025, Telkom tetap mampu menjaga fundamental bisnis sekaligus memperkuat arus kas, sehingga memiliki ruang untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham dan mendukung agenda pertumbuhan perusahaan.
“Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” kata Dian.
Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham Perseroan dengan nilai maksimal Rp 4 triliun.
Buyback dapat dilakukan melalui bursa efek maupun di luar bursa, baik secara bertahap maupun sekaligus, dalam periode 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Telkom menyebut aksi korporasi tersebut sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.
Seiring dengan itu, saham raksasa telekomunikasi itu anjlok hingga mencapai auto reject bawah (ARB) 14,86% ke level Rp 2.350 per saham pada perdagangan hari ini.
Volume saham yang diperdagangkan tercatat 331,95 juta dengan nilai transaksi Rp 810,05 miliar, dengan kapitalisasi pasar menjadi Rp 232,80 triliun. Dalam seminggu terakhir saham TLKM tergelincir 22,44% dan merosot hingga 32,47% secara year to date (ytd).
