Menilik Penyebab Lompatan Saham Energi RAJA hingga AKRA

Karunia Putri
10 Juni 2026, 14:20
RAJA
Katadata
Gambaran umum fasilitas produksi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), milik Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sejumlah saham emiten sektor energi kembali bergejolak hari ini. Analis menilai, naiknya saham-saham tersebut dipicu oleh melambungnya harga minyak global dan membaiknya risk appetite pasar. Hal inilah yang menyulut saham sektor energi seperti PT Akra Corporindo Tbk (AKRA) hingga PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melompat.

Harga minyak global kembali merangkak naik seusai Amerika Serikat (AS) menyerang Iran karena jatuhnya sebuah helikopter militer milik AS. Serangan ini menimbulkan ancaman baru terhadap gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.

Harga minyak Brent naik 0,6% menjadi US$ 92,04 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate naik 0,5% menjadi US$ 88,67 per barel. Seiring dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melanjutkan penguatan. Indeks dibuka merah ke level 5,744 namun sempat meloncat 3,31% ke level 5.936.

Di sisi lain, pemerintah hari ini menaikkan harga Pertamax 32,11% dibandingkan awal bulan Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Pertamina Patra Niaga juga menaikkan harga BBM atau bahan bakar minyak jenis Pertamax Green 95 dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Seiring dengan itu, harga saham-saham minyak ikut meningkat. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,64% ke Rp 1.240; PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melonjak 5,02% ke Rp 1.465; PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melesat 6,10% ke Rp 1.305, serta; PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) meroket 10% ke Rp 3.630.

Analis Panin Sekuritas Cabang Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai penguatan saham energi kali ini didorong oleh kombinasi kenaikan harga minyak global, membaiknya selera risiko (risk appetite) investor serta faktor technical rebound

“Kalau melihat kenaikan hari ini, saya cenderung menilai faktor utamanya lebih ke kombinasi penguatan harga minyak global, membaiknya risk appetite pasar dan technical rebound,” ujar Elandry kepada Katadata, Rabu (10/6).

Menurut dia, kenaikan saham energi tidak semata-mata dipicu oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Pasar cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan harga minyak global dibandingkan kebijakan harga energi domestik.

Kenaikan harga BBM memang dapat menjadi sentimen tambahan karena mencerminkan penyesuaian terhadap kondisi pasar energi. Namun, penggerak utama saham-saham energi tetap berasal dari harga minyak dunia, prospek permintaan energi, dan perbaikan sentimen pasar secara keseluruhan.

Untuk emiten hulu migas seperti MEDC dan ENRG, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan pendapatan dan margin keuntungan. Sementara itu, kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) lebih banyak dipengaruhi oleh volume distribusi gas dan kebijakan energi nasional.

Adapun AKRA dinilai tetap menarik karena ditopang oleh bisnis distribusi bahan bakar industri serta pengembangan kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) yang masih menunjukkan pertumbuhan.

Elandry menilai prospek sektor energi masih positif selama harga minyak bertahan pada level yang sehat dan tidak terjadi perlambatan ekonomi global yang signifikan. Meski demikian, investor perlu mencermati tingginya sensitivitas sektor ini terhadap fluktuasi harga komoditas.

"Pergerakan saham energi umumnya lebih volatil dibandingkan sektor-sektor defensif karena sangat bergantung pada dinamika harga komoditas," ujarnya.

Untuk jangka pendek, Elandry memperkirakan saham PGAS berpotensi bergerak menuju level 1.800, MEDC ke Rp 1.700, AKRA ke Rp 1.500, dan ENRG ke Rp 1.800.

Dari sisi fundamental dan visibilitas bisnis, ia lebih menjagokan MEDC dan AKRA. Sementara itu, PGAS dinilai menarik apabila mampu mencatatkan perbaikan volume penjualan dan efisiensi operasional. Adapun ENRG menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, meski disertai risiko yang lebih besar.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...