IHSG Parkir di Level 6.254, Saham COIN, BRMS, ARCI Jadi Top Gainers
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melesat 4,12% atau 247,31 poin ke Rp 6.254 pada penutupan perdagangan awal pekan ini, Senin (15/6). Sebanyak 603 saham menguat, 125 saham terkoreksi, dan 90 saham lainnya stagnan.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 54,53 miliar saham dan frekuensi sebanyak 3,25 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 10.927 triliun dengan total nilai transaksi sebesar Rp 30,11 triliun.
Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai penguatan indeks saat ini terjadi masih karena didominasi oleh faktor technical rebound. Namun, menurutnya pergerakan tersebut bukan tanpa dukungan perkembangan fundamental yang lebih baik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
“Mulai terlihat tanda-tanda bahwa kebijakan moneter Bank Indonesia yang lebih tegas serta deeskalasi ketegangan geopolitik turut membantu menstabilkan nilai tukar rupiah dan yield obligasi. Meski demikian, arus modal asing masih cenderung selektif," ujar Rully dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (15/6).
Sebelumnya, pasar keuangan domestik menghadapi tekanan akibat pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), serta meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi tersebut mendorong kenaikan risk premium Indonesia yang pada akhirnya membebani valuasi pasar saham.
Menurut Rully, keberlanjutan penguatan IHSG akan sangat bergantung pada perkembangan sejumlah indikator makro yang menjadi perhatian investor, terutama pergerakan nilai tukar rupiah dan yield obligasi pemerintah.
Dia berpendapat, jika rupiah mampu bertahan menguat dan yield SBN tenor 10 tahun turun secara bertahap dari level puncaknya di atas 7,3% menuju kisaran yang lebih rendah, premi risiko Indonesia akan menurun.
“Kondisi tersebut akan membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana asing ke pasar obligasi maupun saham," kata dia.
Sepuluh dari sebelas sektor yang ada di BEI ditutup di zona hijau hari ini. Saham sektor industri dasar mengalami lonjakan paling tinggi, naik 7,26% secara sektoral disusul sektor keuangan naik 5,23% dan sektor industri naik 4,51%.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) paling banyak ditransaksikan dengan jumlah mencapai 133,36 juta saham, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 30,23 juta saham dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI sebanyak 21,61 juta saham.
Berdasarkan banyaknya nilai perdagangan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) paling banyak diburu senilai Rp 3,01 triliun. Disusul oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang diperdagangkan sebesar Rp 2,61 triliun dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 2,35 triliun.
Daftar top gainers hari ini:
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) naik 24,67% ke level 935.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 24,53% ke level 660.
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 16,92% ke level 1.140.
Daftar top losers hari ini:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 4,34% ke level 8.275.
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 3,67% ke level 1.180.
- PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) turun 2,63% ke level 444.
