Wall Street Menguat, Kenaikan Saham Microsoft dan Produsen Cip Dongkrak Bursa AS
Bursa saham Wall Street Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Kamis (30/7), ditopang oleh lonjakan saham Microsoft dan emiten-emiten semikonduktor.
Nasdaq Composite ditutup melonjak 2,8% ke level 25.122,18, sekaligus mengakhiri tren pelemahan selama enam hari berturut-turut. Dow Jones Industrial Average naik 613,92 poin atau 1,2% menjadi 52.208,06, dan S&P 500 menguat 1,7% ke level 7.437,63.
Saham Microsoft melesat 16% setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan bisnis komputasi awan Azure yang melampaui ekspektasi pasar. Kenaikan Microsoft turut mengangkat sektor semikonduktor, tercermin dari kenaikan iShares Semiconductor ETF (SOXX) lebih dari 8%.
Di kelompok produsen cip, saham Micron Technology melonjak 18%, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) naik lebih dari 13%. Lonjakan ini juga berimbas pada saham-saham berorientasi momentum, dengan iShares MSCI USA Momentum Factor ETF (MTUM) melesat lebih dari 5%.
Selain itu reli sektor memori ditopang dari kenaikan saham produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, yang melonjak lebih dari 17%.
Di sisi lain, saham Meta Platforms terkoreksi 8% setelah perusahaan merilis proyeksi pendapatan yang mengecewakan serta melaporkan arus kas bebas (free cash flow) kuartal II yang anjlok 91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Ini pada akhirnya adalah kisah tentang dua strategi investasi AI," kata Stephen Evans, Head of Investment di Pave Finance, dikutip CNBC International, Jumat (31/7).
Ia menilai salah satu perusahaan berhasil meningkatkan laba meski tetap mengeluarkan belanja besar untuk investasi AI, sedangkan perusahaan lainnya belum mampu menunjukkan hasil serupa.
“Sementara yang lain membiarkan biaya-biaya tersebut menggerogoti laba bersihnya,” ucap Evans.
Apabila menilik perdagangan Rabu (29/7) Dow anjlok lebih dari 1.100 poin, menandai penurunan terburuk sejak April 2025. Aksi jual yang dimulai lebih awal pada hari itu, bahkan semakin meningkat menjelang sore hari.
Imbal hasil obligasi melonjak, seiring kekhawatiran investor bahwa The Fed tertinggal dalam upayanya melawan inflasi. Imbal hasil obligasi 30 tahun berada di dekat level tertinggi tahun 2007. Angka tersebut melonjak 6 basis poin setelah perdagangan reguler pada hari Rabu menjadi di atas 5,2%.
