Wall Street Naik Usai Imbal Hasil Obligasi Treasury AS Turun Dua Hari Beruntun

Nur Hana Putri Nabila
26 Agustus 2026, 06:04
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Selasa (25/8), seiring turunnya imbal hasil obligasi Treasury AS selama dua hari berturut-turut. Kenaikan saham-saham semikonduktor juga menopang pergerakan indeks.

S&P 500 naik 0,3% dan Nasdaq Composite menguat 0,7%. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 160 poin atau 0,3%.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun yang menjadi acuan turun ke level 4,637%. Yield obligasi pemerintah AS juga melemah pada perdagangan Senin setelah CNBC melaporkan Departemen Keuangan AS dapat memanfaatkan Rekening Umum senilai US$ 1 triliun untuk mendanai pembelian kembali obligasi. Di sisi lain, harga minyak turun lebih dari 3% pada perdagangan Selasa (27/6).

Kemudian saham-saham produsen cip menguat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan setelah penutupan pasar pada Rabu (28/6). Saham Nvidia naik sekitar 2% dan berpeluang mengakhiri tren penurunan selama tujuh hari berturut-turut. Saham Advanced Micro Devices (AMD) dan Micron Technology juga masing-masing melonjak 4% dan 2%.

Namun, saham sektor konsumen tertinggal dibandingkan sektor lainnya. Saham Dick’s Sporting Goods anjlok lebih dari 29% usai mencatatkan kinerja yang mengecewakan. Penurunan itu berpotensi menjadi pelemahan harian terdalam sepanjang sejarah saham peritel perlengkapan olahraga itu. Saham Walmart dan Target juga tertekan, masing-masing turun 1% dan 4%.

Di tengah kenaikan Wall Street, investor masih mencermati pelemahan kepercayaan konsumen dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada. Conference Board mencatat indeks kepercayaan konsumen turun 0,8 poin menjadi 89,4 pada Agustus. Angka itu lebih rendah dari konsensus Dow Jones sebesar 90,2. Konsumen juga semakin pesimistis terhadap prospek ekonomi ke depan.

Ketegangan perdagangan AS dan Kanada juga meningkat setelah pemerintah Kanada mengumumkan tarif balasan terhadap AS kemarin. Kanada menyatakan akan membalas secara setara tarif 50% yang sebelumnya diberlakukan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu.

Analis Investasi eToro AS, Bret Kenwell, mengatakan laporan kinerja dan konferensi telepon sejumlah perusahaan sejauh ini menunjukkan konsumen masih tangguh. Meski sentimen konsumen cenderung suram, tingkat belanja tetap stabil dan menjadi faktor yang lebih tercermin dalam laba perusahaan.

Menurut Kenwell, pasar masih dapat mengabaikan sentimen buruknya angka konsumen. Namun, kondisi akan berbeda apabila konsumen mulai benar-benar mengurangi atau menghentikan pengeluaran.

“Investor tidak perlu menunggu lama untuk pembaruan berikutnya, karena laporan PDB dan inflasi PCE besok akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai perekonomian,” kata Kenwell, dikutip CNBC International, Rabu (26/8). 

Adapun investor kini menanti rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan Juli yang akan dirilis pada hari Rabu.

Di sisi lain Ketua Federal Reserve Kevin Warsh akan menutup pekan ini pada hari Jumat dengan pidato di simposium tahunan Fed di Jackson Hole, Wyoming, yang berpotensi menjadi katalis penggerak pasar. 

Pidatonya kali ini disampaikan seminggu setelah Departemen Keuangan mengumumkan rencana untuk menggandakan volume pembelian kembali obligasi, sebagai bagian dari upaya untuk menekan imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...