Jurus PTBA Siapkan 3 Mesin Bisnis: Batu Bara, Power, dan Coal to Chemicals

Karunia Putri
7 September 2026, 18:13
PTBA
www.ptba.co.id
Pemandangan umum Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung, salah satu pelabuhan batu bara nasional yang dikelola PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten tambang batu bara pelat merah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyiapkan transformasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan terhadap penjualan batu bara mentah. Perseroan berencana mengembangkan bisnis berbasis energi dan hilirisasi batu bara atau coal chemical sebagai sumber pertumbuhan baru.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari roadmap PTBA menuju perusahaan energi berkelanjutan kelas dunia atau world class sustainable energy company pada 2030 dan seterusnya.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto mengatakan, perseroan akan memperluas bisnis dari sekadar menjual batu bara menjadi tiga aliran utama, yakni conventional coal, power, dan downstreaming atau coal chemical

“Dalam pengembangan bisnis ini, kami melakukan transformasi PTBA dari yang dulu awalnya hanya menjual coal, kemudian berkembang menjadi berbagai macam produk,” ujar Turino dalam paparan publik PTBA secara virtual, Senin (7/9).

Seiring dengan rencana besar itu, Turino menyatakan PTBA menargetkan transformasi menjadi perusahaan energi yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui pengembangan hilirisasi batu bara.

Dia menyebut sejumlah proyek menjadi fokus perseroan untuk menopang transformasi tersebut. Di antaranya pengembangan coal to methanol yang kemudian diolah menjadi dimethyl ether (DME). Berikutnya ada coal to synthetic natural gas (SNG), coal to potassium humate atau kalium humat, serta coal to artificial graphite.

Untuk proyek coal to methanol-DME, PTBA menyiapkan Pertamina Patra Niaga sebagai offtaker. Sementara itu, produk SNG ditujukan untuk diserap oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN.

Adapun proyek coal to potassium humate tengah dipersiapkan melalui pembangunan pabrik fase pertama dan kedua. Produk tersebut direncanakan memiliki offtaker dari Grup Pupuk Indonesia.

PTBA juga mengembangkan coal to artificial graphite melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Produk tersebut nanti diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri baterai yang tengah berkembang.

Selain hilirisasi batu bara, PTBA mulai memperbesar bisnis energi terbarukan. Perseroan saat ini memiliki kapasitas energi terbarukan sekitar 1,2 MWp yang tersebar di sejumlah lokasi, termasuk Krakatau Steel, jalan tol di Bali, Bandara Soekarno-Hatta, Kalimantan, dan Ombilin (Sumatra Barat).

PTBA juga tengah mengikuti lelang sejumlah proyek dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN dan bekerja sama dengan Pertamina Renewable Energy untuk mempercepat penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Cadangan Batu Bara Bakal Dibagi ke 3 Sektor Bisnis

Transformasi tersebut juga tercermin dari strategi alokasi cadangan batu bara PTBA. Perseroan memiliki total cadangan sekitar 2,88 miliar ton yang akan dialokasikan ke tiga lini bisnis.

Sebanyak 1,7 miliar ton cadangan dialokasikan untuk bisnis conventional coal. Kemudian sekitar 300 juta ton untuk pembangkit listrik atau coal to power, sedangkan 842 juta ton disiapkan untuk bisnis downstreaming atau coal chemical.

Dengan begitu, sebagian besar cadangan PTBA memang masih diarahkan untuk bisnis batu bara konvensional. Namun, sekitar 842 juta ton atau hampir 30% dari total cadangan telah dialokasikan untuk pengembangan hilirisasi.

“Jadi inilah alokasi cadangan kita dari 2,88 miliar ini ke dalam tiga business stream PTBA ke depan. Di luar itu ada yang non-coal tapi masih relate, yaitu green business dan infrastruktur,” kata dia.

PTBA juga akan mengoptimalkan lahan pascatambang yang telah direklamasi untuk dikembangkan menjadi sumber pembangkit listrik.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa perseroan tidak serta-merta meninggalkan bisnis batu bara, melainkan menggeser model bisnisnya dari perusahaan tambang batu bara menjadi perusahaan energi dengan sumber pendapatan yang lebih beragam.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...