Manuver ITMG di Bisnis Nikel hingga Pembangkit Surya, Seperti Apa Prospeknya?

Nur Hana Putri Nabila
10 September 2026, 07:44
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Indo Tambangraya Megah
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) semakin agresif memperluas bisnis di luar batu bara. Perusahaan tengah memperkuat eksposur ke bisnis nikel dan mineral strategis, sekaligus menggenjot portofolio energi terbarukan melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Direktur Utama Indo Tambangraya Megah Mulianto mengatakan ITMG terus meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Hingga kuartal kedua 2026, total kapasitas kumulatif proyek energi surya yang telah dikontrak mencapai 152 megawatt peak (MWp).

Sementara itu, kapasitas PLTS yang telah beroperasi mencapai 86 MWp, tumbuh 12% dibandingkan kuartal sebelumnya dan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pengembangan pembangkit listrik berbasis energi surya menjadi upaya ITMG untuk membangun bisnis yang semakin beragam, hingga mampu menciptakan nilai jangka panjang,” kata Mulianto dalam paparan publik 2026, Rabu (9/9)

Di bisnis nikel, Mulianto mengatakan nikel menjadi salah satu komoditas yang menarik untuk mendukung tren elektrifikasi. Namun, perseroan tidak ingin membatasi ekspansi bisnis mineral hanya pada nikel.

Ia menjelaskan ITMG juga membidik peluang investasi pada sejumlah mineral strategis lainnya dalam jangka panjang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas portofolio bisnis di luar batu bara.

Saat ini ITMG telah menggenggam 9,62% saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE). Mulianto mengatakan ITMG masih membuka peluang untuk menambah kepemilikan saham di NICE. Namun, perseroan akan mempertimbangkan potensi nilai tambah dari investasi tersebut serta kesesuaiannya dengan strategi bisnis ITMG.

“Apakah kami akan menambah kepemilikan di NICE, tentu saja itu salah satu yang menjadi pertimbangan kami, apabila bisa memberikan nilai lebih,” ucap Mulianto.

Prospek dan Target Harga Saham ITMG

Equity Analyst KB Valbury Sekuritas Adolf R B Setiadi menilai prospek PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih positif, ditopang potensi perbaikan produksi batu bara pada semester kedua 2026 dan ekspansi bisnis di luar komoditas tersebut.

Adolf memperkirakan kinerja operasional ITMG membaik hingga akhir tahun seiring kondisi cuaca yang lebih kering dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dengan alokasi produksi 23 juta ton. Manajemen menargetkan produksi batu bara 5,9 juta ton pada kuartal ketiga 2026 dan 22 juta–22,9 juta ton sepanjang 2026. Sementara KB Valbury memperkirakan produksi ITMG mencapai 21,9 juta ton tahun ini.

Dari sisi penjualan, KB Valbury memperkirakan ITMG membukukan volume 25,2 juta ton pada 2026, tumbuh 2% secara tahunan, tetapi masih di bawah target manajemen sebesar 26,9 juta–27,5 juta ton. Risiko terutama berasal dari kepastian alokasi Domestic Market Obligation (DMO) serta kendala logistik sungai saat musim kemarau.

Selain itu, Adolf memproyeksikan pendapatan ITMG mencapai US$ 2,08 miliar pada 2026, naik 10,5% secara tahunan. EBITDA diperkirakan tumbuh 11,8% menjadi US$ 383,6 juta dan laba bersih meningkat 16,6% menjadi US$ 222,6 juta.

Adolf juga menilai ekspansi ITMG ke energi terbarukan dan nikel memperkuat prospek diversifikasi jangka panjang. Meski kontribusi energi terbarukan terhadap laba 2026 diperkirakan belum material, pengembangan PLTS dapat secara bertahap mengurangi ketergantungan arus kas perseroan terhadap batu bara termal. 

“Kepemilikan 9,62% saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) memberikan ITMG eksposur jangka panjang terhadap industri nikel Indonesia,” tulis Adolf dalam risetnya.

KB Valbury mempertahankan rekomendasi beli saham ITMG dengan target harga Rp 29.300 per saham atau mencerminkan potensi kenaikan 12,4%. Ia menilai valuasi premium ITMG dibandingkan rata-rata sektor ditopang posisi kas bersih lebih dari US$ 700 juta pada semester pertama 2026, prospek laba setelah persetujuan RKAB, hingga tingkat utang yang rendah.

Kinerja Keuangan ITMG

Apabila menilik kinerja keuangannya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan kinerja positif sepanjang paruh pertama tahun ini. Pendapatan dan laba bersih perseroan tumbuh dua digit, meski volume produksi batu bara dan arus kas operasi mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  

Mengutip laporan keuangan perseroan, ITMG mencatat pendapatan sebesar US$ 1 miliar pada semester I 2026, meningkat 9% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan US$ 919 juta pada semester I 2025. 

Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh peningkatan volume penjualan batu bara sebesar 5%, dari 11,7 juta ton menjadi 12,3 juta ton. Selain itu, harga jual rata-rata atau average selling price meningkat 4%, dari US$ 78 per ton menjadi US$ 81 per ton. 

"Kenaikan harga jual rata-rata tersebut sejalan dengan menguatnya harga acuan batu bara," ungkap manajemen ITMG dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (11/8). 

Dari sisi produksi, ITMG mencatat volume produksi batu bara sebesar 9,9 juta ton sepanjang semester I 2026, turun 5% dibandingkan 10,4 juta ton pada semester I 2025. Namun, produksi pada kuartal II 2026 meningkat 13% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi 5,3 juta ton. 

Sementara itu, volume penjualan batu bara milik sendiri justru meningkat 11% menjadi 10,5 juta ton. Di sisi lain, penjualan batu bara pihak ketiga turun 20% menjadi 1,8 juta ton.  Kenaikan pendapatan turut mendorong perbaikan profitabilitas perseroan. Laba kotor ITMG tercatat sebesar US$ 256 juta, naik 14% dari US$  225 juta pada semester I 2025. Marjin laba kotor juga meningkat dari 24% menjadi 26%. 

Laba operasional mencapai US$ 142 juta, tumbuh 14% secara tahunan. Sementara EBITDA tercatat sebesar US$ 181 juta, naik 11% dibandingkan US$  164 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Alhasil, ITMG membukukan laba bersih US$ 110 juta, tumbuh 17% dibandingkan US$ 94 juta pada semester I 2025. Margin laba bersih juga meningkat dari 10% menjadi 11%. 

Dari sisi neraca, total aset ITMG per 30 Juni 2026 mencapai US$ 2,417 miliar, relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar US$ 2,406 miliar. Kas dan setara kas tercatat sebesar US$ 738 juta, sedangkan deposito jangka pendek mencapai US$66 juta. 

Total liabilitas naik tipis menjadi US$ 506 juta, dari US$ 498 juta pada akhir 2025. Adapun total ekuitas mencapai US$ 1,910 miliar, sedikit meningkat dari US$ 1,908 miliar.  

Kenaikan ekuitas terutama ditopang oleh pertumbuhan laba ditahan menjadi US$1,521 miliar, meski sebagian terimbangi oleh pembelian saham treasuri sebesar US$ 27 juta sepanjang semester pertama 2026.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...