IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Jagokan Saham MDKA, BRMS, hingga CBDK

Karunia Putri
25 September 2026, 06:45
IHSG Hari ini
Katadata
IHSG Hari ini
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi turun pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (25/9). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) hingga PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berpotensi kembali melemah pada perdagangan hari ini. 

Menurutnya, karena indeks gagal mempertahankan momentum positif untuk menembus resisten 6.423 sehingga membawa IHSG kembali berada dekat dengan level 6.290. 

Hal ini meningkatkan risiko IHSG untuk melanjutkan tren turun menuju support Fibonacci berikutnya di level 6.159. 

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” tulis Ivan dalam risetnya dikutip Jumat (25/9).

Level support IHSG berada di 6.159, 6.015 dan 5.850, sementara level resisten berada di 6.423, 6.552 dan 6.712. Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Ivan merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG telah menguji batas MA60 yang kedua kalinya. Dengan begitu momentum penguatan IHSG mereda.

Berdasarkan indikator, MA20&60 masih dalam kondisi positive crossover Nevertheless, Meskipun demikian, Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, didukung penurunan volume. 

Untuk perdagangan hari ini sentimen IHSG bisa dikategorikan mixed-to-cautious setelah menguji batas MA60 yang kedua kali tersebut.

Adapun sentimen dari eksternal yang terus dicermati para investor ialah terkait dengan kenaikan harga minyak, lonjakan yield US Treasury dan ekspektasi kebijakan The Fed yang semakin hawkish. 

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi multi years yakni pada level 5,205% akibat kombinasi data aktivitas bisnis AS yang kuat dan berlanjutnya tekanan inflasi yang dipicu harga energi.

Sementata itu, harga minyak Brent kembali naik 3,86% di level US$ 107,06 per barel setelah harapan terhadap terobosan diplomatik AS-Iran masih belum berhasil. Faktor berikutnya adalah pertemuan Trump–Xi di Washington yang menjadi katalis penting bagi pasar global karena menyangkut perdagangan, perpanjangan gencatan tarif, dinamika Taiwan, Iran dan energi.

Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini relevan karena perubahan risk appetite global dapat memengaruhi arus modal asing, rupiah, harga komoditas, serta kinerja saham berbasis ekspor dan komoditas.

Sementara dari sisi domestik, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di 5,75% sebenarnya memberikan bantalan terhadap IHSG karena menjaga stabilitas moneter dan membuka ruang bagi pertumbuhan kredit. 

Nafan merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan target harga ke level 705, 750 dan 905, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dengan target harga ke level 3.700, 3.880 dan 4.580 serta PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dengan target harga ke Rp 915, 940 dan 1.160.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...