Manajemen GoTo Buka Suara Perihal Aksi Korporasi yang Bakal Untungkan Investor

Tim Publikasi Katadata
1 Oktober 2026, 16:17
GoTo melepas sebanyak 46,7 miliar saham dan meraih dana IPO senilai Rp 15,8 triliun
Dokumentasi GOTO
GoTo melepas sebanyak 46,7 miliar saham dan meraih dana IPO senilai Rp 15,8 triliun
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada di bawah Rp50 setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan batas harga minimum baru sebesar Rp1. Di tengah tekanan tersebut, GoTo memiliki dua aksi korporasi strategis: pembelian kembali saham (buyback) dan rencana pembatalan saham treasuri.

Untuk buyback, GoTo telah memperoleh persetujuan pemegang saham dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun, sejak RUPSLB Juni lalu.

Program ini berlaku untuk periode Juni 2026 hingga Juni 2027, sehingga perseroan memiliki ruang untuk membeli sahamnya sesuai kondisi pasar.

Buyback memberi GoTo fleksibilitas ketika harga saham sedang berfluktuasi. Namun, nilai Rp3,5 triliun merupakan batas maksimum yang disetujui, bukan jumlah yang otomatis akan digunakan seluruhnya.

Aksi korporasi kedua adalah rencana pembatalan sekitar 32 miliar saham tresuri, atau setara sekitar 2,7 persen dari jumlah saham yang diterbitkan. Rencana tersebut masih akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Berbeda dari buyback yang membuat saham menjadi milik perseroan, pembatalan akan menghapus saham tresuri secara permanen. Dengan demikian, saham yang dibatalkan tidak dapat kembali dilepas ke pasar di kemudian hari.

Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan langkah itu ditujukan untuk memberi manfaat kepada pemegang saham yang ada.

“Pembatalan saham tresuri secara permanen akan mengurangi jumlah saham beredar sekaligus meningkatkan persentase kepemilikan setiap pemegang saham yang ada secara proporsional. Langkah ini memberikan manfaat langsung bagi seluruh pemegang saham GoTo saat ini,” katanya dalam keterangan resmi, 22 September lalu.

“Kami berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham GoTo serta senantiasa menerapkan standar tertinggi tata kelola perusahaan dengan tetap mengedepankan seluruh pemangku kepentingan,” lanjut Hans.

Secara sederhana, pembatalan saham tresuri akan mengurangi jumlah saham yang diterbitkan. Porsi kepemilikan pemegang saham yang sudah ada pun meningkat secara proporsional tanpa mereka perlu membeli saham tambahan.

Kedua aksi korporasi tersebut berada pada tahapan yang berbeda. Buyback telah mendapat persetujuan dan dapat dijalankan sesuai keputusan perseroan, sedangkan pembatalan saham tresuri masih memerlukan restu pemegang saham.

Di tengah penyesuaian harga akibat aturan perdagangan baru, investor akan mencermati pelaksanaan buyback dan keputusan atas pembatalan saham tresuri. 

Sebelumnya Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, menegaskan harga saham perseroan saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat.

“Penurunan harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp50,” katanya dalam keterangan resmi.

“Kinerja bisnis perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal II/2026, perseroan kembali mencetak laba bersih sebesar Rp252 miliar, mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp5,7 triliun, sementara adjusted EBITDA mencapai lebih dari Rp1 triliun. 

“Kami juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” katanya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...