Emiten Boy Thohir AADI Rampungkan Divestasi Batu Bara Kokas Rp 14,6 Triliun
Emiten milik konglomerat Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), merampungkan divestasi seluruh saham dan waran milik perusahaan afiliasinya yakni Adaro Capital Limited (ACL) di perusahaan tambang batu bara kokas Australia, Kestrel Coal Group Pty Ltd (Kestrel).
Manajemen AADI mengungkapkan, divestasi tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan bisnis grup perseroan di Indonesia, pembayaran dividen, serta memperkuat struktur permodalan melalui pelunasan sebagian pinjaman grup.
“Alasan, latar belakang, manfaat atas transaksi adalah untuk pengembangan bisnis grup perseroan di Indonesia, pembayaran dividen, dan memperkuat struktur permodalan melalui pelunasan sebagian pinjaman grup perseroan,” tulis manajemen AADI dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip pada Kamis (1/10).
Divestasi tersebut dilakukan kepada Yancoal Australia Limited (Yancoal). Dari transaksi tersebut, ACL menerima dana sebesar US$ 814,12 juta atau sekitar Rp 14,60 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.937 per dolar AS.
Nilai tersebut merupakan nilai sebelum pajak dan masih dapat disesuaikan sesuai dengan ketentuan dalam Sale and Purchase Agreement (SPA). Setelah dikurangi pajak, nilai penjualan yang diterima ACL menjadi US$ 734,83 juta.
Selain nilai penjualan tersebut, ACL bersama pihak penjual lainnya berpeluang memperoleh pembayaran tambahan atau contingent cash consideration dengan nilai maksimal US$ 550 juta. Pembayaran itu akan dilakukan secara tahunan selama lima tahun sejak transaksi diselesaikan.
Namun, manajemen AADI mengatakan, pembayaran tambahan tersebut bergantung pada harga rata-rata harian indeks Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia (PLVHA00) pada masing-masing tahun penilaian. Pembayaran hanya dilakukan apabila harga rata-rata indeks tersebut melampaui batas tertentu yang telah disepakati dalam SPA.
Nilai contingent cash consideration yang diterima ACL akan dihitung berdasarkan proporsi kepemilikannya di Kestrel.
Adapun objek transaksi mencakup 720.385.220 saham biasa Kestrel yang telah disetor penuh atau setara dengan 47,99% kepemilikan, serta seluruh waran Kestrel yang dimiliki ACL.
ACL adalah perusahaan terkendali AADI. Bersama sejumlah pihak penjual lainnya, ACL telah memenuhi seluruh persyaratan pendahuluan dalam SPA dan menyelesaikan pengalihan kepemilikan saham serta waran Kestrel kepada Yancoal pada 1 Oktober 2026 waktu Melbourne.
