IHSG Merosot Kembali ke Level 5.000-an, Terkoreksi 30,72% Ytd
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,32% ke 5.990 pada perdagangan sesi pertama akhir pekan ini, Jumat (2/10). Secara year to date (ytd) atau sejak awal tahun, IHSG sudah anjlok hingga 30,72%.
Sebanyak 230 saham menguat, 404 saham terkoreksi, dan 151 saham lainnya tidak bergerak pada penutupan sesi I ini.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hingga jeda makan siang ini sebesar Rp 6,39 triliun dengan volume 80,44 miliar saham dan frekuensi sebanyak 947 ribu kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG pada sesi pertama hari ini sebesar Rp 10.580 triliun.
Dari sebelas sektor yang ada di BEI, sepuluh sektor tersungkur di zona merah. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni transportasi yang tergelincir 1,55%. Salah satu saham transportasi yang berada di zona merah yaitu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yang terperosok 5,66% ke Rp 50.
Sementara itu, bursa saham Asia juga mayoritas memerah. Indeks Nikkei turun 1,02%. Straits Times turun 0,30%, dan Hang Seng merosot 2,64%. Sedangkan Shanghai Composite stagnan.
Saham top gainers:
- PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) naik 8,97% ke Rp 85.
- PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) naik 7,51% ke Rp 372.
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 3,61% ke Rp 3.160.
Saham top losers:
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) turun 11,15% ke Rp 1.435.
- PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) turun 8,33% ke Rp 2.750.
- PT Singaraja Putra Tbk (SINI) turun 5,87% ke Rp 17.225.
