Investasi di HighPeak AS, Emiten Bakrie ENRG Potensi Kantongi Dividen Rp 213 M

Karunia Putri
7 Oktober 2026, 18:08
Energi Mega Persada
Energi Mega Persada
Energi Mega Persada
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berancang-ancang mengambil posisi sebagai pemain minyak dan gas (migas) skala internasional. Hal itu menyusul rencana perseroan untuk menaruh investasi sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun di perusahaan migas Amerika Serikat HighPeak Energy (HPK).

Investasi tersebut dilakukan melalui pembelian saham preferen konversi yang baru diterbitkan HPK. Saham itu dapat dikonversi menjadi saham biasa berdasarkan ketentuan yang telag disepekati kedua belah pihak.

Adapun HPK adalah perusahaan migas independen yang berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan ini berfokus pada eksplorasi dan pengembangan minyak dan gas di Midland Basin, West Texas. Sepanjang paruh pertama 2026, HPK membukan rata-rata penjualan sebesar 45.456 BOEPD.

Analis pasar modal dan komoditas Wahyu Laksono memandang, masuknya ENRG ke perusahaan blok migas internasional dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perusahaan dan mendorongnya naik kelas sebagai pemain miga internasional.

“Pasar melihat langkah ekspansi ini sebagai upaya agresif ENRG untuk naik kelas menjadi pemain energi global,” kata Wahyu kepada Katadata, Rabu (7/10).

Menurut Wahyu, investasi tersebut berpotensi memberikan tambahan sumber pendapatan bagi ENRG. Saham preferen yang dibeli perseroan menawarkan dividen tetap mulai dari 6% dan berpotensi meningkat hingga 10% pada tahun-tahun berikutnya.

Dengan nilai investasi US$ 200 juta tersebut, ENRG berpotensi memperoleh dividen US$ 12 juta per tahun atau setara Rp 213 miliar pada tingkat imbal hasil awal 6%. Itu akan menjadi sumber pendapatan baru dalam dolar AS di luar bisnis mogas domestik perseroan.

Selain potensi pendapatan, investasi di HPK memperluas eksposur ENRG ke industri migas global. Perseroan juga memperoleh hak untuk menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HPK.

Menurut Wahyu, langkah tersebut membuka peluang bagi ENRG untuk memperoleh pengetahuan mengenai teknologi ekstraksi migas nonkonvensional, termasuk shale oil dan gas, yang dapat menjadi tambahan pengalaman bagi portofolio bisnis perseroan.

Meski mengantongi prospek cemerlang, Wahyu mengimbau kepada investor untuk tetap mencermati efektivitas alokasi modal jangka panjang dari investasi ini terhadap pergerakan arus kas bebas perusahaan.

“Investor tetap perlu mencermati efektivitas alokasi modal jangka panjang dari investasi ini terhadap pergerakan arus kas bebas perusahaan,” ujarnya.

Dari sisi risiko, investasi tersebut membuat ENRG semakin terpapar terhadap kinerja HPK dan pergerakan harga komoditas energi global. Kinerja HPK dipengaruhi oleh harga minyak mentah serta kemampuan perusahaan mengelola beban utangnya.

Jika harga minyak mengalami koreksi tajam atau kinerja operasional HPK tertekan, kemampuan perusahaan membayarkan dividen maupun nilai konversi saham preferen dapat ikut terdampak.

Selain itu, dana investasi yang cukup besar perlu dilihat dari kemampuan ENRG mempertahankan likuiditas dan struktur permodalannya. Investor perlu mencermati apakah pendapatan dividen dari HPK nantinya mampu memberikan tambahan arus kas yang sebanding dengan modal yang ditanamkan.

Wahyu menilai prospek keuangan ENRG tetap ditopang oleh bisnis migas yang telah berjalan. Berdasarkan data historis dan trailing twelve months (TTM), pendapatan ENRG berada di kisaran US$ 900 juta hingga US$ 1 miliar dengan amrgin laba yang relatif terjaga.

Perseroan juga memiliki cadangan migas 2P dan 2C mencapai 427 juta barel setara minyak (MMBOE) per pertengahan 2026.

Masuknya HPK ke dalam portofolio ENRG berpotensi menambah kualitas sumber pendapatan perseroan melalui kontribusi dividen dari instrumen keuangan tersebut. Dengan demikian, laba ENRG tidak sepenuhnya bergantung pada produksi dan kinerja aset migas domestik.

Ada Danantara di HPK

ENRG tidak sendiri dalam investasi di HPK. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara juga menandatangani perjanjian investasi dengan perusahaan migas Amerika Serikat tersebut.

Melalui anak usahanya, Danantara Investment Management (DIM), Danantara akan menginvestasikan US$ 250 juta pada saham preferen konvertibel Series A HPK.

Dengan begitu, total investasi ENRG dan Danantara di HPK mencapai US$ 450 juta. Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan investasi tersebut sejalan dengan mandat DIM untuk berinvestasi pada sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional.

Menurut Wahyu, masuknya ENRG bersama Danantara membuat investasi tersebut memiliki sejumlah implikasi bagi perseroan dan investor.

Selain potensi dividen, dana segar dari investasi tersebut akan digunakan HPK untuk memperbaiki struktur permodalannya, termasuk melakukan refinancing terhadap pinjaman yang memiliki beban bunga tinggi.

Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati kondisi keuangan HPK. Kinerja perusahaan sempat tertekan oleh beban bunga dan kerugian derivatif, sementara volume produksi minyak di sejumlah sumur juga mengalami penurunan.

Karena itu, menurut Wahyu, investor perlu melihat apakah arus kas dari investasi di HPK benar-benar memberikan tambahan nilai bagi ENRG setelah memperhitungkan biaya pendanaan dan risiko yang menyertainya.

“Secara valuasi berdasarkan data statistik, ENRG sendiri sebenarnya sudah memiliki fundamental yang cukup solid secara operasional regional, namun ekspansi ke AS ini mengubah profil risikonya menjadi lebih global,” kata Wahyu.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...