Daftar Saham HSC Bertambah Lagi Jadi 63 Emiten, Ada BYAN hingga DCII

Nur Hana Putri Nabila
8 Oktober 2026, 16:40
Saham
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/hm
Pengunjung melintas di samping layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menambahkan beberapa saham ke dalam daftar kepemilikan dengan konsentrasi tertinggi atau high shareholding concentration (HSC). Jumlahnya kini mencapai 63 emiten berdasarkan data per 6 Oktober 2026. 

Dalam daftar itu terdapat sejumlah saham berkapitalisasi besar. Beberapa di antaranya yaitu PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). 

Terbaru, BEI memasukkan PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) dengan tingkat konsentrasi 94,96% dan PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) yang mencapai 99,95%. Merespons hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya mendorong agar emiten yang masuk dalam kategori HSC segera keluar dari daftar tersebut. 

Adapun hingga saat ini baru ada satu emiten yang telah keluar dari HSC, yakni PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY). Menurut Hasan, seluruh emiten yang masuk HSC akan menjadi perhatian OJK dan dapat dilakukan eskalasi melalui pemeriksaan lebih lanjut, terutama jika sahamnya aktif diperdagangkan.

Dia menjelaskan, konsentrasi kepemilikan yang tinggi berpotensi memudahkan terjadinya coordinated trading atau manipulasi harga di pasar. Kondisi itu juga perlu menjadi perhatian emiten ketika hendak melakukan penggalangan dana lanjutan, seperti rights issue maupun penerbitan obligasi. Pasalnya, minat investor berpotensi tidak sebesar emiten yang tidak memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan saham tinggi.

Kendati demikian, Hasan menegaskan masuknya emiten dalam daftar HSC bukan merupakan pelanggaran. OJK saat ini memberikan pemahaman dan imbauan kepada emiten agar segera keluar dari daftar tersebut.

“Tapi kalau dalam pemeriksaan lanjutan ada tentu akan dieskalasi dalam bentuk sanksi tertentu atas pelanggarannya,” ucap Hasan ketika ditemui di Jakarta, Kamis (8/10). 

Dia menuturkan, masing-masing emiten telah diimbau melalui surat BEI untuk memperhatikan struktur konsentrasi kepemilikannya. Emiten juga didorong melakukan refloating dengan melepas saham yang masih dikontrol kepada publik. OJK pun meminta sejumlah emiten untuk menurunkan tingkat konsentrasi kepemilikan sehingga berpotensi keluar dari daftar HSC.

Hasan menambahkan, sejumlah saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi juga memiliki likuiditas terbatas sehingga pergerakan harga sahamnya lebih mudah dipengaruhi. 

“Jadi indeks utama kita lebih stabil. Tidak lagi dipengaruhi oleh naik turunnya saham-saham yang terkonsentrasi ini, walaupun sebetulnya tidak cukup likuid, tidak merepresentasikan aktivitas di pasar. Jadi menghimbau pasti kami lakukan,” ucap Hasan.

Berikut 63 emiten yang masuk ke dalam daftar kepemilikan dengan konsentrasi tertinggi (HSC):

No.Nama PerusahaanKepemilikan dengan Konsentrasi Tertinggi (HSC)
1PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)99,99%
2PT DCI Indonesia Tbk (DCII)99,96%
3PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)99,95%
4PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)99,95%
5PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)99,95%
6PT Golden Flower Tbk (POLU)99,94%
7PT Soho Global Health Tbk (SOHO)99,93%
8PT Bank Permata Tbk (BNLI)99,92%
9PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)99,91%
10PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)99,32%
11PT Charnic Capital Tbk (NICK)99,28%
12PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)99,85%
13PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)99,84%
14PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)99,78%
15PT FAP Agri Tbk (FAPA)99,77%
16PT Ifishdeco Tbk (IFSH)99,77%
17PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)99,58%
18PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)99,42%
19PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)99,41%
20PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)99,24%
21PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)99,21%
22PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)99,14%
23PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)98,90%
24PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)98,62%
25PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)98,62%
26PT Bayan Resources Tbk (BYAN)98,50%
27PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)98,40%
28PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)98,35%
29PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)98,21%
30PT Steady Safe Tbk (SAFE)98,14%
31PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)98,06%
32PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)98,03%
33PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)97,75%
34PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)97,62%
35PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)97,35%
36PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)97,31%
37PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)97,21%
38PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)97,02%
39PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)96,70%
40PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)96,64%
41PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)96,09%
42PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)95,94%
43PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)95,82%
44PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)95,76%
45PT Bank Mega Tbk (MEGA)95,68%
46PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)95,65%
47PT Bukit Darmo Tbk (BKDP)95,45%
48PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)95,35%
49PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)95,08%
50PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)95,00%
51PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)94,96%
52PT Siantar Top Tbk (STTP)94,95%
53PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)94,95%
54PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)94,79%
55PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)94,31%
56PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)94,27%
57PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)94,10%
58PT Saranacentral Tbk (BAJA)93,89%
59PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)93,83%
60PT Mahkota Group Tbk (MGRO)93,76%
61PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)93,08%
62PT MD Entertainment Tbk (FILM)92,98%
63PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)92,71%

Sumber: BEI

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...