Wall Street Ditutup Variatif, Investor Tunggu Laporan Keuangan Bank Jumbo
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (12/10). Investor tengah menanti laporan kinerja keuangan kuartal ketiga emiten bank jumbo seperti JPMorgan Chase dan UnitedHealth.
Indeks Dow Jones ditutup naik 195,6 poin ke level 51.850 pada Senin. Sebaliknya, Nasdaq justruk ditutup turun 0,44% ke level 27.245 karena pelemahan saham-saham memori. Lalu S&P 500 turun tipis 0,06% ke level 7.807.
Sejumlah bank besar yakni JPMorgan, Goldman Sachs, Citigroup dan Wells Fargo dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka sebelum pembukaan perdagangan hari ini Selasa (13/10). UnitedHealth, salah satu konstituen indeks Dow Jones, juga akan mengumumkan kinerjanya.
Laporan awal tersebut berpotensi menentukan arah musim laporan keuangan perusahaan yang dibayangi ekspektasi tinggi dari pasar. Berdasarkan data FactSet, para analis rata-rata memperkirakan laba perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 tumbuh hampir 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ada tiga kelompok sektor yang kemungkinan besar akan membentuk cara investor mencermati musim laporan keuangan kali ini: perbankan (kesehatan konsumen dan bisnis), teknologi besar atau Big Tech (monetisasi kecerdasan buatan/AI), serta energi (keberlanjutan keuntungan yang didorong harga minyak),” kata kepala strategi pasar Ameriprise, Anthony Saglimbene, dikutip dari CNBC, Selasa (13/10).
Ia menambahkan, di luar ketiga sektor tersebut, kondisi konsumen dan dunia usaha di tengah suku bunga yang lebih tinggi, biaya yang meningkat, serta kekhawatiran terhadap kondisi makroekonomi akan terus menjadi perhatian investor di berbagai sektor sepanjang musim laporan keuangan.
Pada Selasa ini, investor juga akan mencermati data penjualan rumah yang sudah ada (existing home sales) serta pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) yakni Christopher Waller, Tom Barkin dan Susan Collins.
Menjelang akhir pekan, data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk September akan dirilis. Data tersebut berpotensi memicu pergerakan imbal hasil obligasi Pemerintah AS (Treasury yield), setelah imbal hasil surat utang tersebut baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Pasar obligasi AS tutup pada Senin (12/10) karena libur Indigenous Peoples’ Day.
