IHSG Anjlok ke Level Lebih Rendah dari 2016, Market Cap Susut 45,5% Ytd

Karunia Putri
19 Oktober 2026, 10:25
IHSG
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini anjlok lebih dari 5% ke level 4.900-an. Angka itu lebih rendah dari level IHSG ketika ditutup sepuluh tahun silam, yakni di level 5.296 pada 2016.

Anjloknya IHSG hari ini sebagai efek lanjutan dari pengumuman MSCI yang membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar saham Indonesia ke pasar mandiri atau standalone market.

Berdasarkan data bursa pada perdagangan Senin (19/10) pukul 9.35 WIB, volume perdagangan mencapai 11,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,42 triliun. Adapun kapitalisasi pasar atau market cap menyentuh Rp 8.726 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai Rp 464 ribu kali transaksi.

Jika ditarik dari nilai kapitalisasi pasar BEI pada Januari tahun ini sebesar Rp 16.014 triliun, artinya, kapitalisasi pasar telah menguap Rp 7.288 triliun atau anjlok 45,51%. 

Saham-saham bank jumbo seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok dalam dan bahkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Saham BBCA melemah 6,86% ke level Rp 4.820; PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merosot 5,68% ke Rp 2.490; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,54% ke Rp 3.280 dan; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) anjlok 3,37% ke level Rp 2.880.

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan ke level 5.020, bahkan lebih buruk ke level 4.808. Sebab pada penutupan perdagangan sebelumnya, Jumat (16/10), IHSG telah mengonfirmasi pergerakan wave v seiring penembusan di bawah fraktal 5.317 yang merupakan akhir wave iii sebagai tren turun terdahulu. 

Level support IHSG berada di 5.020, 4.895 dan 4.767, sementara level resisten berada di 5.500, 5.800 dan 6.216. “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip pada Senin (19/10).

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sementara area resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...