IHSG Diprediksi Melemah Lagi, Analis Jagokan Saham INCO, JPFA hingga AADI

Karunia Putri
20 Oktober 2026, 06:31
IHSG
Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan turun pada perdagangan Selasa (20/10). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) hingga PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

Tim riset BRI Danareksa mengatakan, IHSG masih diproyeksikan turun karena masih dalam fase bearish setelah breakdown dari neckline 6.000. 

Secara teknikal, MACD berada di area negatif dengan momentum bearish yang menguat. Support Fibonacci berada di 4.953, disusul 4.757.

Dikatakan bahwa jika area pertama ditembus, risiko pelemahan lanjutan terbuka. Sementara itu, 5.100 menjadi resistance awal, diikuti 5.340. “Selama belum mampu merebut kembali area resistance, peluang pemulihan masih terbatas,” tulis Tim Riset BRI Danareksa dikutip Selasa (20/10). 

Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sementara resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Pada perdagangan hari ini, pelaku pasar masih mencermati reformasi lanjutan BEI, termasuk rencana mengeluarkan 80 saham kategori high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.

Saham-saham tersebut memiliki bobot sekitar 18% terhadap indeks. Kebijakan itu ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas indeks, tetapi bukan delisting. 

Pasar masih menantikan kejelasan implementasi serta bukti perbaikan yang dapat meredakan kekhawatiran MSCI dan risiko capital outflow.

Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Sementara analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova menjelaskan, jika sampai penutupan mingguan IHSG masih di level 4.737 atau lebih tinggi, maka diharapkan dapat terjadi rebound. Akan tetapi, rebound itu pun bersifat terbatas. 

Level support IHSG menurutnya berada di 4.900, 4.767 dan 4.629, sementara level resisten berada di 5.068, 5.167 dan 5.328. Sementara itu indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.

Ivan merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Penafian:

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...