Profil Elaine Low, Warga Singapura Pemilik 22% Saham BYAN Putri Low Tuck Kwong

Ahmad Islamy
22 Oktober 2026, 16:17
BYAN
Istimewa
Putri pendiri Bayan Resources (BYAN) Low Tuck Kwong, Elaine Low.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nama Elaine Low belakangan ini kembali menjadi perbincangan publik. Bukan hanya karena kepemilikan sahamnya yang bernilai puluhan triliun rupiah di PT Bayan Resources Tbk (BYAN), tetapi juga karena statusnya sebagai warga negara asing ikut menjadi sorotan. 

Baru-baru ini, mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyinggung status kewarganegaraan Elaine. Pernyataan itu disampaikan Lutfi lewat video yang diunggah di akun Instagram resminya, @m.lutfi, Rabu (21/10), saat mengomentari masuknya pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama ke BYAN. 

Dalam pernyataannya itu, Lutfi menyoroti perbedaan status kewarganegaraan Elaine dengan ayahnya yang juga pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong. Lutfi menyebut Low Tuck Kwong aslinya adalah orang Singapura. Pada 1992, Low rela melepas paspor Singapura dan menjadi warga negara Indonesia (WNI) agar bisa membuka usaha pertambangan batu bara di negeri ini. 

Setelah menjadi orang terkaya di Indonesia, kata Lutfi, Low kemudian mengalihkan sebagian sahamnya di BYAN kepada Elaine yang disebutnya berkewarganegaraan Singapura. “Pada Agustus 2024, dia (Low Tuck Kwong) menghibahkan 22% saham tambang ke anaknya, Elaine Low, yang berstatus warga negara Singapura,” ujar Lutfi dalam video itu, dikutip pada Kamis (22/10).

Berdasarkan data terakhir kepemilikan saham di atas 5% yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (21/10) kemarin, Elaine tercatat menggenggam sekitar 22% saham BYAN. Hal itu menjadikannya sebagai salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan tambang batu bara tersebut.

Dokumen yang sama juga mengungkapkan bahwa Elaine memang memiliki kewarganegaraan Singapura, meski ayahnya tercatat sebagai WNI. 

Terima Hibah Saham Rp 101,8 Triliun 

Nama Elaine Low mulai mendapat perhatian luas di pasar modal Indonesia pada Agustus 2024. Kala itu, Low Tuck Kwong menghibahkan 7,33 miliar saham BYAN, atau setara dengan 22% kepemilikan di emiten tersebut, kepada Elaine. 

Menurut catatan Katadata, saham tersebut bernilai sekitar Rp 101,8 triliun berdasarkan nilai transaksi pada waktu itu. Setelah pengalihan, kepemilikan Low Tuck Kwong turun dari 62,15% menjadi 40,15%. Walaupun demikian, Low tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali BYAN karena Elaine disebut akan menggunakan hak suaranya sesuai dengan keinginan sang ayah. 

Pengalihan saham tersebut bukan transaksi jual beli biasa. BYAN ketika itu menyatakan langkah tersebut sebagai bagian dari perencanaan suksesi jangka panjang keluarga. 

Dengan demikian, sejak 2024, Elaine telah menjadi salah satu figur penting dalam struktur kepemilikan Bayan Resources, meski tidak mengambil alih kendali perusahaan dari ayahnya. 

Siapa Elaine Low? 

Elaine adalah putri Low Tuck Kwong, konglomerat yang membangun kekayaannya melalui bisnis pertambangan batu bara dan juga pendiri Bayan Resources. 

Profil Elaine sendiri relatif tidak banyak terekspos di ruang publik. Ia diketahui memiliki latar belakang pendidikan di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, dan pernah terlibat dalam sejumlah posisi bisnis dalam kelompok usaha keluarganya. 

Keterlibatan Elaine dalam bisnis keluarga juga membuat kepemilikan sahamnya di BYAN tidak bisa dilepaskan dari persoalan suksesi dan struktur pengendalian perusahaan. 

Saham Elaine Ikut Masuk dalam Transaksi dengan Haji Isam 

Perubahan besar dalam struktur kepemilikan BYAN mulai terjadi pada tahun ini. Pada September lalu, Low Tuck Kwong dan Elaine menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama, salah satu entitas usaha yang berada di bawah naungan Jhonlin Group milik Haji Isam. Transaksi tersebut mencakup 10.000.000.500 saham BYAN, atau sekitar 30% saham perusahaan. 

Dalam skema awal, Elaine dijadwalkan mengalihkan sekitar 3,8 miliar saham atau 11,4% BYAN ke Jhonlin Baratama. Setelah transaksi, porsi Low Tuck Kwong diproyeksikan turun menjadi sekitar 20,85%, sedangkan Elaine menjadi sekitar 11,4%. 

Namun, ketika transaksi akhirnya diselesaikan pada Oktober ini, komposisinya berubah. Jhonlin Baratama resmi menguasai 30,25% saham BYAN setelah membeli 10,08 miliar saham dari Low Tuck Kwong dan Elaine. 

Dari jumlah tersebut, sebagian besar berasal dari Low Tuck Kwong. Sementara Elaine hanya mengalihkan sekitar 16,67 juta sahamnya ke Jhonlin. 

Setelah transaksi, kepemilikan Elaine masih mencapai sekitar 22,05%, sedangkan Low Tuck Kwong turun menjadi 9,95% (dan kini tinggal 8,3% setelah ia melepas lagi sejumlah sahamnya ke publik). Sementara Jhonlin Baratama menjadi pemegang 30,25% saham BYAN. Katadata mencatat transaksi tersebut tidak mengubah pengendalian perusahaan; Low Tuck Kwong tetap dinyatakan sebagai pemegang saham utama dan pengendali.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...