BIKE Akuisisi 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau Lewat Cicit Usaha
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) memperluas portofolio bisnisnya ke sektor pertambangan batu bara. Perseroan melalui salah satu entitas usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), resmi mengakuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM).
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal Rabu (28/10) kemarin, BIKE menjelaskan bahwa PNE merupakan anak perusahaan PT Fahreza Duta Perkasa (FDP). Sementara FDP adalah anak perusahaan PT Fahreza Bumi Mega (FBM). Adapun FBM merupakan anak perusahaan BIKE.
"PT Prambanan Nusantara Energi (PNE) sebagai anak perusahaan PT Fahreza Duta Perkasa (FDP) dimana FDP merupakan anak perusahaan PT Fahreza Bumi Mega (FBM) dan FBM adalah anak perusahaan perseroan, resmi mengakuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM) melalui PT Prambanan Nusantara Energi (PNE)," tulis manajemen BIKE dalam dokumen tersebut, dikutip Kamis (29/10).
Adapun BUM memiliki area tambang sekitar 500 hektare yang berlokasi di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Dari total area tersebut, sekitar 400 hektare telah dieksplorasi.
Hasil eksplorasi mencatat cadangan terbukti batu bara sekitar 22 juta metrik ton. Dengan potensi tersebut, manajemen BIKE menargetkan tingkat produksi batu bara sekitar 1,5 juta hingga 2,5 juta metrik ton per tahun.
BIKE menyebut aksi korporasi tersebut bertujuan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha sekaligus memperluas portofolio perseroan di bidang pertambangan. Akuisisi itu juga disebut menjadi bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha BIKE di sektor energi.
Sebelumnya, BIKE telah menyampaikan pemberitahuan terkait akuisisi itu melalui surat tertanggal 8 Oktober 2026. Dalam dokumen terbarunya, perseroan menyampaikan penyempurnaan dan koreksi atas informasi sebelumnya kepada BEI.
Perseroan menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait seiring perkembangan proyek dan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perusahaan tercatat.
Dengan masuknya BUM ke dalam portofolio usaha melalui kepemilikan 72%, BIKE kini memiliki eksposur yang lebih besar pada bisnis pertambangan batu bara.
BIKE sebelumnya dikenal sebagai PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk. Melalui RUPSLB pada Juli lalu, perusahaan yang awalnya fokus sebagai distributor sepeda (merek United Bike, Avand, dan Genio Bike) itu resmi berganti nama menjadi PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk dan memperluas lini bisnisnya ke sektor energi serta pertambangan.
Emiten itu kini dikendalikan oleh PT Penajam Makmur Jaya, yang memegang mayoritas sebesar 74,90% kepemilikan saham.
Berdasarkan data perdagangan bursa per hari ini, saham BIKE mengalami suspensi sejak 20 Oktober lalu setelah harganya melonjak 568,83% sejak awal tahun atau secara year to date (ytd). Sementara bila dilihat dari data perdagangan selama tiga bulan terakhir, harga saham itu bahkan melesat hingga 909,8%.
