Daftar Lengkap 20 Saham IDX Commodity Diluncurkan BEI, Ada BUMI, RAJA dan TINS
Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks saham baru bertajuk IDX Commodity 20 atau IDXCMDTY20) yang mengukur kinerja harga saham perusahaan penghasil komoditas dan emiten yang bergerak dalam rantai pasok industri komoditas. Indeks ini mencakup 20 saham dengan kapitalisasi pasar besar dan likuiditas transaksi yang baik.
Peluncuran indeks tersebut menambah pilihan acuan bagi investor untuk memantau pergerakan saham-saham berbasis komoditas di pasar modal Indonesia. Sejumlah emiten pertambangan, energi, mineral, hingga petrokimia masuk dalam daftar konstituen awal IDX Commodity 20.
Berdasarkan Pengumuman BEI Nomor Peng-00208/BEI.POP/10-2026 tertanggal 29 Oktober 2026, indeks IDX Commodity 20 mulai berlaku pada 30 Oktober 2026 hingga 26 Februari 2027.
Berikut daftar 20 saham yang masuk Indeks Komoditi
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memiliki bobot terbesar, yakni 15%.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan bobot 11,35%
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 10,88%
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memiliki bobot 9,88%
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar 7,86%
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 6,99%.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memiliki bobot 6,02%
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar 4,52%
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar 3,74%.
- PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan bobot 3,36%
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar 3,28%
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar 3,21%
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memiliki bobot 2,58%
- PT Timah Tbk (TINS) sebesar 2,38%
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar 2,11%.
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan bobot 1,88%
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar 1,79%
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebesar 1,25%
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebesar 0,99%
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebesar 0,91%.
BEI menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted dalam penghitungan indeks IDX Commodity 20. Metode ini memperhitungkan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan porsi saham beredar publik atau free float. Bursa juga menetapkan batas maksimum bobot masing-masing saham sebesar 15% pada saat evaluasi.
Dalam keterbukaan informasi, BEI menjelaskan IDX Commodity 20 telah dihitung secara historis sejak tanggal dasar 1 September 2021 dengan nilai dasar 100. Dengan demikian, investor dapat melihat rekam jejak kinerja indeks tersebut sejak periode tersebut, meskipun peluncuran resminya baru dilakukan pada Oktober 2026.
Jadwal Evaluasi IDX Commodity 20
BEI menetapkan dua jenis evaluasi untuk menjaga komposisi indeks IDX Commodity 20, yakni evaluasi mayor dan evaluasi minor. Evaluasi mayor mencakup pemilihan kembali konstituen serta penyesuaian bobot saham.
Proses ini dijadwalkan berlangsung setiap Februari dan Agustus, dengan hasil evaluasi efektif pada hari bursa pertama Maret dan September. Sementara itu, evaluasi minor hanya mencakup penyesuaian bobot saham dalam indeks. Evaluasi ini dilakukan setiap Mei dan November, dengan hasil yang berlaku mulai hari bursa pertama Juni dan Desember.
Melalui indeks baru tersebut, BEI menghadirkan indikator tambahan bagi investor untuk mengamati kinerja saham-saham yang memiliki keterkaitan dengan industri komoditas. Komposisi indeks yang dapat berubah melalui evaluasi berkala juga memungkinkan pergerakan bobot saham mengikuti perkembangan kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangan masing-masing emiten.
