IHSG Merosot 2,62% ke Level 4.963 di Sesi I, Seluruh Sektor Parkir di Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan anjlok pada penutupan perdagangan sesi pertama Selasa (3/11). IHSG terkoreksi 133,76 poin atau 2,62% ke level 4.963,06, meskipun sempat dibuka menguat pada awal perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pagi tadi dibuka di level 5.126. Namun, tekanan jual membuat indeks berbalik melemah dan sempat menyentuh level 4.950 dan menutup sesi pertama di zona merah.
Pelemahan terjadi secara luas di pasar saham domestik. Sebanyak 542 saham ditutup melemah, sedangkan hanya 94 saham yang menguat. Adapun 79 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan hingga akhir sesi pertama mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 5,578 triliun dengan volume mencapai 14,826 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 815.725 kali, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 8.745 triliun.
Tekanan jual juga terlihat dari transaksi investor asing. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan pembelian saham sebesar Rp 1,61 triliun dan penjualan Rp 2,44 triliun. Dengan demikian, terjadi aksi jual bersih atau net sell asing sebesar Rp 831,55 miliar.
Sejumlah saham perbankan dan emiten besar masuk dalam daftar saham yang paling banyak dibeli maupun dijual investor asing. Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi yang paling banyak dibeli investor asing dengan nilai transaksi Rp 37,87 miliar dan volume 36,71 juta saham.
Berikutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pembelian asing sebesar Rp 27,88 miliar dengan volume 7,58 juta saham. Adapun saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dibeli investor asing senilai Rp 16,63 miliar dengan volume 5,12 juta saham.
Sebaliknya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai transaksi Rp 173,45 miliar dan volume 62,51 juta saham. Posisi berikutnya ditempati PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai penjualan Rp 95,77 miliar dan volume 50,44 juta saham, serta; PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 69,40 miliar dengan volume 27,09 juta saham.
Analis Mirae Asset Sekuritas mencatat tekanan terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 5,9%; PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 4,6%; PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 4,5%, dan; PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 3,2%.
Tekanan juga terjadi di seluruh sektor saham. Mirae Asset Sekuritas mencatat seluruh 14 sektor berakhir di zona merah pada sesi pertama. Sektor barang baku atau IDX Basic mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,97%. Berikutnya, sektor perindustrian atau IDX Industry turun 3,81% dan sektor energi atau IDX Energy melemah 3,51%.
