Garuda Gelar Rights Issue, Danantara Setor 82,1 Miliar Saham GMFI

Image title
5 November 2026, 09:24
Pesawat udara Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA 983 mendarat di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). Dua pesawat udara dari maskapai Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA 961 rute Madinah - CGK dan GA 983 Rute Jedd
ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/wsj.
Garuda Indonesia (GIAA) akan melaksanakan rights issue tahap III dengan penyertaan modal non-tunai saham GMF Aero Asia dari Danantara Asset Management untuk restrukturisasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berencana menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue tahap III.

Dalam aksi korporasi ini, Danantara Asset Management (DAM) akan menyetorkan modal dalam bentuk non-tunai berupa 82,1 miliar saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Berdasarkan keterbukaan informasi, jumlah saham GMFI yang akan disetorkan DAM setara dengan 65,77% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor GMFI.

“(Transaksi ini) dalam rangka menindaklanjuti Rancangan Restrukturisasi Penyehatan Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 2025-2029 tanggal 4 Juni 2025 yang telah mendapatkan persetujuan Menteri BUMN,” tulis perusahaan dalam keterbukaan informasi, Kamis (5/11).

Garuda Indonesia berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 248,7 miliar saham baru seri E dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Harga pelaksanaan rights issue diperkirakan berada di kisaran Rp 58 hingga Rp 68 per saham.

Harga pelaksanaan final akan ditetapkan dan diumumkan lebih lanjut dalam prospektus. Sementara itu, pemegang saham yang memperoleh hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) selain DAM dapat melaksanakan haknya melalui penyetoran tunai sesuai ketentuan yang berlaku.

Rencana penyetoran saham GMFI ini merupakan bagian dari kelanjutan restrukturisasi keuangan Garuda Indonesia. Sebelumnya, perseroan telah mengalihkan aset berupa lahan milik Angkasa Pura Indonesia (API) kepada GMFI.

Transaksi tersebut menyebabkan kepemilikan Garuda Indonesia atas saham GMFI terdilusi sehingga API menjadi pemegang saham mayoritas. Meski demikian, Garuda tetap menjadi pengendali GMFI berdasarkan perjanjian pemegang saham.

Selanjutnya, saham GMFI milik API dialihkan kepada InJourney dan kemudian kepada DAM melalui mekanisme pembagian dividen non-tunai atau dividend in specie.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) API pada 26 Juni 2026 menyetujui pembagian dividen non-tunai berupa 82,1 miliar saham seri B GMFI kepada InJourney dengan nilai Rp 5,66 triliun. Kemudian, RUPS InJourney pada 29 Juni 2026 menyetujui pembagian dividen non-tunai atas saham tersebut kepada DAM.

Garuda menyatakan seluruh rangkaian pengalihan saham GMFI tersebut telah selesai. Dengan demikian, DAM telah efektif tercatat sebagai pemegang saham GMFI.

Melalui rights issue tahap III, DAM selanjutnya akan menyetorkan saham GMFI tersebut sebagai modal non-tunai kepada Garuda Indonesia. Adapun pemegang saham lainnya dapat menggunakan HMETD dengan menyetorkan dana secara tunai.

Garuda memperkirakan aksi korporasi ini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perseroan. Penyetoran saham GMFI diharapkan dapat memperkuat pengendalian dan kepentingan ekonomi Garuda atas kinerja serta nilai komersial GMFI.

“Perseroan memperkirakan bahwa Rencana Transaksi akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, yaitu antara lain optimalisasi pengelolaan aset yang dapat berdampak positif pada kegiatan operasional Perseroan serta perbaikan ekuitas tersendiri (standalone) Perseroan,” tulis manajemen.

Selain itu, transaksi ini dinilai dapat memperkuat sinergi strategis antara bisnis penerbangan Garuda dan layanan pemeliharaan, perbaikan, serta perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) yang dijalankan GMFI.

Perseroan berencana melaksanakan PMHMETD III setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pelaksanaannya ditargetkan sesuai ketentuan, yakni paling lambat 12 bulan sejak persetujuan RUPSLB.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...