Ada Jejak Prajogo Pangestu di Balik IPO Andalan Artha (ANDA) lewat PTRO dan CUAN
PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA) segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dalam prospektus IPO, perseroan mengungkapkan telah menjalin kerja sama dengan sederet perusahaan besar di sektor, termasuk perusahaan jasa pertambangan milik konglomerat Prajogo Pangestu yaitu PT Petrosea Tbk (PTRO) dan anak usaha PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Selain PTRO dan PTBA, ANDA juga memiliki kerja sama dengan sejumlah perusahaan pertambangan lainnya. Secara keseluruhan, perseroan mengungkapkan memiliki 13 perjanjian, komitmen, dan kontinjensi dengan berbagai pihak dalam prospektus IPO-nya.
Pada 14 April 2026, ANDA menandatangani perjanjian subkontraktor dengan PTRO melalui Perjanjian Nomor 4320001903. Kontrak tersebut memiliki nilai mencapai Rp 991,73 miliar dan berlaku hingga 31 Desember 2029.
Melalui kerja sama tersebut, ANDA akan mengerjakan jasa penambangan batu bara di wilayah kerja Petrosea, yaitu Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Lingkup pekerjaan mencakup pembersihan lahan (land clearing), pemindahan tanah pucuk (top soil), hingga pengupasan lapisan tanah penutup (overburden).
“Dan pemindahan overburden di wilayah kerja PTRO di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah,” demikian tertulis dalam prospektus IPO ANDA, yang dikutip pada Jumat (6/11).
Selain PTRO, ANDA juga menjalin kerja sama dengan perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok usaha Prajogo lainnya yakni PT Intan Bumi Persada (IBP) lewat PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Pada 1 April 2026, ANDA dan IBP menandatangani perjanjian jasa pertambangan yang berlaku hingga 31 Desember 2030. Perjanjian tersebut mencakup berbagai pekerjaan operasional tambang batu bara, mulai dari pembersihan lahan, pengupasan tanah penutup, pengeboran dan peledakan, pengangkutan material hingga pemuatan batu bara.
ANDA juga memperoleh pekerjaan tambahan dari IBP berupa pengerjaan cut and fill di wilayah tambang batu bara Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kontrak tersebut mencakup pekerjaan penggalian, pengangkutan, serta penimbunan dan pemadatan tanah dengan total volume 325.000 bcm (bank cubic meter). Tarif pekerjaan ditetapkan sebesar Rp 33.000 per bcm.
Selain dengan entitas Grup Barito milik Prajogo, ANDA juga menjalin kerja sama dengan entitas MIND ID yaitu PT Satria Bahana Sarana (SBS) yang merupakan anak usaha PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Melalui perjanjian yang ditandatangani pada 30 Desember 2024, ANDA awalnya menyediakan dua unit buldoser untuk menunjang kegiatan produksi SBS di wilayah Tanjung Enim. Nilai pekerjaan berdasarkan kontrak awal mencapai Rp 95,04 miliar.
Namun, nilai kontrak tersebut meningkat setelah mengalami beberapa kali perubahan. Melalui adendum pada 19 Juni 2026, nilai kontrak bertambah menjadi Rp 208,94 miliar dengan target volume pekerjaan mencapai 2,23 juta bcm. Ruang lingkup pekerjaan juga diperluas, mencakup penambangan, pengangkutan dan konstruksi pertambangan.
Perseroan juga mengantongi kontrak jasa penambangan dengan PT Arkara Prathama Energi (APE) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Perjanjian yang diteken pada 12 Maret 2026 tersebut berlaku hingga 31 Desember 2030. Pekerjaannya meliputi pembersihan lahan, pengupasan tanah penutup, pengelolaan area pembuangan, hingga pengangkutan batu bara.
Sementara itu, di sektor pertambangan nikel, ANDA bekerja sama dengan PT Position (POS) untuk mengelola kegiatan penambangan bijih nikel di Halmahera Timur, Maluku Utara. Kontrak yang berlaku selama empat tahun sejak 1 April 2026 tersebut memiliki target penambangan bijih nikel sebesar 5,73 juta WMT dan pemindahan tanah penutup sebanyak 2,51 juta bcm.
Selain kontrak jasa pertambangan, prospektus juga mengungkapkan sejumlah perjanjian penyewaan alat berat dengan perusahaan lain. Di antaranya PT Berkarya Sinar Bersama dan PT Andalan Bhumi Nusantara.
Untuk mendukung kebutuhan operasional, ANDA juga memperoleh fasilitas pembiayaan dari PT Clipan Finance Indonesia Tbk senilai Rp 16,96 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan 10 unit dump truck Foton dan dua unit Hitachi hydraulic excavator dengan jangka waktu pembiayaan 31 bulan.
Perseroan turut mengungkapkan sejumlah perjanjian pinjaman pemegang saham. Namun, pinjaman dari Billy Theristine Lim sebesar Rp 33,5 miliar dan fasilitas dengan plafon Rp 35 miliar telah dilunasi seluruhnya per 30 Juni 2026.
Kemudian ANDA masih memiliki fasilitas pinjaman dari Arief Ramon yang plafonnya telah ditingkatkan dari Rp 10 miliar menjadi Rp 30 miliar. Jangka waktu pinjaman tersebut diperpanjang hingga 3 Juni 2027.
Profil Andalan Artha hingga Harga IPO
Andalan Artha merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. Perseroan telah memiliki pengalaman lebih dari delapan tahun dalam industri jasa kontraktor pertambangan.
“Perseroan menyediakan layanan dan solusi operasional pertambangan yang berorientasi pada keselamatan kerja, kedisiplinan operasional, produktivitas, serta keberlanjutan kegiatan usaha,” seperti yang dikutip dari prospektus IPO ANDA, Kamis (5/11).
Awalnya, kegiatan usaha Andalan Artha berfokus pada jasa pertambangan batu bara. Namun, perseroan kemudian melakukan diversifikasi dengan memperluas cakupan bisnis ke sektor pertambangan nikel.
Saat ini, ANDA mengoperasikan tujuh lokasi pertambangan (site) yang tersebar di empat provinsi. Perinciannya, dua lokasi tambang batu bara di Kalimantan Tengah, tiga lokasi tambang batu bara di Sumatra Selatan, satu lokasi tambang nikel di Maluku Utara serta satu lokasi tambang batu bara di Kalimantan Timur. Dengan cakupan operasional tersebut, perseroan berupaya memperluas kapabilitas dan jangkauan bisnis untuk memenuhi kebutuhan industri pertambangan.
ANDA menawarkan saham dalam rentang harga Rp 158–189 per saham. Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 1,676 miliar saham baru atau setara 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Jika seluruh saham tersebut terserap pada harga tertinggi, ANDA berpotensi mengantongi dana segar maksimal Rp 316,76 miliar. Saham yang ditawarkan merupakan saham baru dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp 10 per saham.
Dalam persiapan IPO, ANDA menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Henan Putihrai sebelumnya juga mengawal sederet IPO emiten di BEI, seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE).
