IHSG Berbalik Menguat 0,40% ke Level 5.050, Saham Big Cap Jadi Pengerek
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada penutupan perdagangan Jumat (6/11), setelah sempat anjlok hampir 2% pada sesi pertama. IHSG ditutup di level 5.050,42, naik 0,40% atau 20,16 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan tersebut membalikkan pelemahan IHSG pada penutupan sesi pertama. Pada jeda makan siang tadi, HSG terkoreksi 1,97% atau 98,86 poin ke level 4.931,39, sejalan dengan pelemahan sejumlah bursa saham Asia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pagi tadi dibuka di level 4.955,83. Indeks sempat menyentuh level terendah 4.925,10 sebelum berbalik arah dan mengakhiri perdagangan di zona hijau.
Meskipun indeks berhasil menguat, mayoritas saham masih ditutup memerah. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 192 saham menguat, sedangkan 141 saham lainnya tidak bergerak.
Volume transaksi perdagangan sepanjang hari mencapai 47,38 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,10 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 8.764,16 triliun, sementara nilai transaksi mencapai Rp 10,32 triliun.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar mencatatkan penguatan, di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Berdasarkan ulasan trading idea CGS International Sekuritas Indonesia, saham UNVR ditutup menguat 4,12% setelah sempat naik 4,81%. Penguatan tersebut didukung kinerja keuangan perseroan sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Penjualan bersih UNVR tumbuh 7,16% secara tahunan menjadi Rp 25,75 triliun. Sementara laba bersih meningkat 25,96% menjadi Rp4,2 triliun.
Saham ICBP juga naik 3,27% setelah sempat menguat 4,08%. CGS menyoroti pertumbuhan penjualan ICBP sebesar 15% secara tahunan menjadi Rp 64,45 triliun pada periode Januari-September 2026. Capaian tersebut berada di atas ekspektasi.
Sementara itu, saham BBCA ditutup naik 1,46%. Perseroan membukukan laba bersih Rp 45,2 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026 atau tumbuh 4,2% secara tahunan. Kinerja tersebut didukung pertumbuhan kredit yang solid dan kualitas aset yang terjaga.
Di sisi lain, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ditutup melemah 0,50%, meski sempat naik 0,50%. CGS menyoroti percepatan program pembelian kembali saham atau buyback hingga Rp 4 triliun sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perseroan.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga terkoreksi 1,10%. Pelemahan tersebut dinilai dipengaruhi aksi ambil untung atau profit taking setelah harga sahamnya melonjak hingga 13,3% dalam tiga hari perdagangan terakhir.
Tekanan lebih dalam terjadi pada saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang turun 4,10%. CGS mencatat saham tersebut telah melonjak 19,6% dalam tiga hari perdagangan terakhir sehingga memicu aksi ambil untung investor.
